October 22, 2021

Zaman Pandemi, Lebih Baik Kontrak ataupun Beli Rumah Subsidi?

Zaman Pandemi, Lebih Baik Kontrak ataupun Beli Rumah Subsidi?

Tangerang, Akuratnews. com – Pandemi Covid-19 yang menggempur dunia dan Indonesia dalam kurang bulan terakhir membuat banyak pihak menjadi kalut. Pasalnya hingga hari ini, vaksin yang bisa menyembuhkan manusia dari penyakit tersebut belum ditemukan.

Bukan hanya kesakitan saja yang disebabkan sebab Covid-19. Penyebaran yang cepat mewujudkan sejumlah negara melakukan pembatasan aktifitas. Hal ini tentunya saja berpengaruh pada pendapatan yang biasa diraih oleh masyarakat tiap bulannya.

Banyaknya orang yang kematian pendapatan membuat keadaan ekonomi belum terlihat membaik. Sejumlah negara apalagi harus menyatakan diri mengalami resesi ekonomi karena arus pendapatan berbanding terbalik dengan pengeluaran. Lebih parahnya, sejumlah orang harus angkat kaki dari rumah tinggal sementara atau yang biasa kita kenal dengan kontrakan/sewa karena tidak memiliki kecakapan lagi membayar kewajiban kepada pemilik rumah.

“Sebenarnya jika melihat keadaan seperti itu lebih baik beli rumah subdisi daripada mengontrak. Karena ada banyak keunggulan yang bisa didapatkan, ”ujar Buah hati Kartika, Direktur PT Arifindo Adiputra Ariaguna (AAA), pengembang Daru Estates.

Lebih lanjut Buah hati menjelaskan, kelebihan dari pemerintah itu berupa subdisi khusus untuk kepemilikan rumah bersubsidi.

“Pemerintah berikan subsidi uang muka dengan langsung dengan nilai Rp. 4 juta, subsidi bunga yang persis (flat) selama mengangsur dan sumbangan bebas PPN, ”jelas Dewi.

Aneka kemudahan itu taat Dewi ada di Daru Estates. Pasalnya, perumahan tersebut memenuhi bagian serba murah dan sangat sesuai untuk investasi di masa ajaran.

“Kami menawarkan sendi tipe 23/60 sesuai dengan kemudahaan yang diberikan oleh pemerintah secara harga Rp. 168 juta. Beban proses dan uang muka total mulai dari Rp. 3, 5 juta all in. Namun ada kelebihan lain seperti subsidi langsung senilai Rp. 4 juta, bunga yang stabil di angka 5% selama proses cicilan dan manasuka PPN. Bahkan cicilan bulanannya tidak jauh berbeda dari ngontrak panti, ”terangnya.

Sejumlah wahana pendukung mulai dari row jalan yang lebar, taman dan bahkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) istimewa warga perumahan juga disiapkan sebab pengembang.

Tidak cuma itu, Dewi juga menjelaskan kalau Daru Estates mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yaitu tempat tinggal yang berdekatan dengan titik-titik transportasi seperti stasiun kereta, terminal dan bandara hingga dekat secara fasilitas penunjang seperti pasar, madrasah, rumah sakit maupun kantor pemerintanhan.

“Daru Estates benar dekat Stasiun Daru, Tangerang. Jika dihitung waktu berjalan kaki cuma 10 menit saja lho. Dekat banget kan. Jadi sangat seragam untuk mereka yang memiliki aktifitas menggunakan sarana kereta listrik cara itu ke Jakarta maupun ke Rangkasbitung, ”terangnya.

Selain itu pula, lokasinya yang benar strategis membuat harga jual kembali rumah tersebut terus meningkat setiap tahunnya. ”Tiap tahunnya naik belasan juta Rupiah,. Jadi kalau hanya ngontrak rumah di saat pandemi seperti ini sewaktu-waktu bisa diusir pemilik rumah. Nah, kalau sudah punya rumah sendiri nggak. Bilamana lagi tidak punya uang buat membayar cicilan kan bisa di-over kredit. Dapat duit lagi. ”cetusnya.

Dengan luas kira-kira 35 hektar, di Daru Estates sudah terbangun ratusan unit rumah subsidi. Sebagian besar bangunan itu sudah dihuni oleh masyarakat dengan memiliki aktifitas pekerjaan di Jakarta.