August 3, 2021

Waduh, Kasus HIV/AIDS Di Sumut Langsung Bertambah

Waduh, Kasus HIV/AIDS Di Sumut Langsung Bertambah

Medan, Akuratnews. com – Total kasus HIV/AIDS terus bertambah, makin hingga saat ini, total tertimbun kasus HIV/AIDS di Sumatera Utara (Sumut) mencapai 21 ribu kasus. Karena itu, sosialisasi informasi menghantam bahaya dan upaya pencegahan penyakit menular ini perlu terus ditingkatkan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Memajukan (Sumut) Musa Rajekshah usai menyambut audiensi Komisi Penanggulangan AIDS Kawasan (KPAD) Sumut, di Rumah Jawatan Wagub, Jalan Teuku Daud Medan, Rabu (23/12/2020).

“Perlu diketahui kasus HIV/AIDS masih terus bertambah, bahkan bayi yang baru lahir pun ada yang tersentuh dari orang tuanya, ” ujar Wagub Musa Rajekshah.

Wagub juga meminta KPAD terus melakukan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HIV/AIDS. Selain tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut pula akan menyurati kabupaten/kota agar turut serta melakukan sosialisasi informasi HIV AIDS.

Kepada umum yang terjangkit HIV/AIDS, Wagub selalu berharap agar segera melaporkan dirinya untuk didata oleh dinas terpaut. “Yang penting bagaimana orang dengan terjangkit mau melaporkan supaya kita bisa mendata dan kita mampu memberikan informasi dan pengobatan, ” kata Wagub.

Tatkala itu, Wakil Ketua KPAD Sumut Ikrimah Hamidy mengharapkan ada sinergi dari seluruh pemegang kebijakan untuk melakukan pencegahan melalui sosialisasi. Kaya Dinas Pendidikan, bisa menekankan sekolah-sekolah untuk melakukan pendidikan tentang HIV/AIDS kepada siswa dan guru.

Apalagi menurut Ikrimah, milenial merupakan kelompok yang paling besar persentase tertularnya saat ini.

“Infeksi paling banyak persentasenya adalah kalangan milenial, anak madrasah hingga mahasiswa. Untuk itu menetapkan dilakukan sosialisasi kepada kaum milenial mulai anak sekolah dan guru-guru, ” katanya.

Ikrimah juga menyampaikan, pihaknya telah menganjurkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) melanggar penanggulangan HIV/AIDS kepada DPRD Sumut. Ikrimah memaparkan beberapa poin Ranperda tersebut, salah satunya tentang ulangan HIV/AIDS untuk calon pengantin.

Menurut Ikrimah, hal tersebut dilakukan untuk mengurangi kasus penularan HIV/AIDS kepada para ibu dan bayi. Di Kota Medan setidaknya sudah ada lebih 200 budak yang terinfeksi.

“Kami berinisiatif agar calon pengantin dites HIV/AIDS sebelum menikah. Tujuannya biar apabila ada calon pengantin yang terinfeksi, bisa segera ditangani serta diambil sikapnya. Orang terinfeksi bukannya tidak bisa menikah, tapi kudu dengan perlakuan dan protokol khusus, ” kata Ikrimah.

Turut mendampingin Wagub Musa Rajekshah, Kadis Kesehatan Sumut Alwi Mujahit dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Dukuh Aspan Sofian