September 21, 2021

Vaksin COVID-19 Anak Belum Ada, Indonesia Darurat Perokok Budak, Apa kabar Revisi PP 109/2012?

Akuratnews. com – Di tengah kedudukan pandemi COVID-19 yang tidak kunjung usai, ditambah anak-anak yang belum ada vaksinasi dalam penanggulangan COVID-19, lembah bahaya rokok pun menimbrung menyemarakkan posisi anak-anak yang seakan menjadi target di penyebaran penyakit.

Nada sumbang yang mengatakan urgenitas revisi PP 109, belumlah diposisikan sebagai ranah yang urgen, menjadi pertanyaan besar. Apa nilai urgenitas itu sendiri, di tengah generasi penerus bangsa dengan belum mampu meneriakkan haknya, harus menerima apa dengan ditetapkan para pengambil kebijaksanaan. Pertaruhan besar bagi bangsa ini, mempertaruhkan kesehatan generasi penerus dengan ragam gempuran penyakit yang mengintai.

Kondisi COVID-19 seharusnya menjadi sinyal, bagaimana generasi penerus ini harus berdiam dan diamankan. Di sedang kondisi COVID-19 yang menjalar, rokok tak kunjung usai diperdebatkan. Pengguna rokok sebab kaum anak-anak yang tetap meningkat, menjadi sinyal bukan COVID-19 saja yang menggawat. Penjualan rokok jika melihat pasar yang ada, masihlah sangat mudah didapatkan. PP 109 yang sudah ada pun, ternyata masih banyak revisi yang harus dikerjakan. Sudah barang tentu perbaikan harus dilakukan, namun hingga kini revisi PP tersebut seperti masih diangan-angan.

Terkait dengan jalan apa pentingnya vaksinasi, dibandingkan sejak harga vaksin dan cerutu, Prof. Dr. dr Soedjatmiko Sp. A(K), M. Jiwa, yang juga merupakan sekretaris dari Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan, seseorang yang mengkonsumsi rokok bisa dihitung kapan menghabiskan rokok dalam mulia harinya. Jika dikalkulasikan mematok sebulan, setahun berapa yang dihasilkan dari konsumsi rokok.

“Padahal diketahui sebagai bahan yang berbahaya jika dikaitkan dengan vaksin contohnya vaksin rubella, bila sudah sampai terkena karena tidak melakukan vaksin serta terkena rubella biaya pengobatannya yang dikeluarkan mencapai Rp. 600 juta-an, ” katanya.

Bagi pengampu yang mengkonsumsi rokok, dan mengatakan vaksin mahal, kalau mau melakukan puasa rokok, dengan tidak merokok mampu membeli vaksin untuk pencegahan penyakit.

Kemudian 1 2