August 3, 2021

Terjadi Dualisme Kepengurusan, GMNI Surabaya Bentrok

Terjadi Dualisme Kepengurusan, GMNI Surabaya Bentrok

Surabaya, Akuratnews.com – Dualisme kepengurusan di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Surabaya, berujung bentrok.

Dalam konfrensi pers, yang diadakan di kantor DPC GMNI Surabaya Jalan Suko Semolo , Semolowaru nomor 176, Ketua GMNI Surabaya, Refi Achmad Zuhair mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (21/8/20) dini hari.

“Kejadiannya itu pukul 03.00, waktu itu kami baru selesai syukuran memperingati hari kemerdekaan Indonesia,” ungkap Refi, Senin (24/8/20).

Kemudian kata Refi, mereka didatangi anggota GMNI lainnya, yakni Rafi, Yusril, Yohmi dan Prima, bersama massa yang diduga bukan anggota GMNI

“Setelah kegiatan, rekan-rekan saya tidak langsung pulang. Tiba-tiba mereka didatangi oleh para terlapor, dengan membawa rombongan sekitar 70 orang, yang bukan anggota GMNI,” terang Refi.

Refi menambahkan, awalnya para terlapor mengajak, dialog. Namun melihat situasi semakin panas, dan kubunya kalah secara kuantitas, ia memutuskan untuk menghentikan dialog tersebut.

“Saat mereka datang, saya tidak ada di sini (kantor DPC.red). Setelah saya datang, mereka mengajak dialog, tapi karena saya melihat sudah ada set by design dari pihak sebelah untuk keos, saya putuskan untuk pergi meninggalkan mereka,” terangnya.

Saat di parkiran motor, Refi dan 3 rekannya mengalami pengeroyokan. “Waktu mau naik motor salah satu rekan saya dipukul, dan kemudian mereka mengeroyok kami,” imbuh Refi.

Disinggung terkait dualisme kepemimpinan, pemuda yang baru menjabat sebagai Ketua DPC GMNI Surabaya semenjak 15 Agustus 2020 lalu ini, mengakuinya.

“Memang ada dualisme kepemimpinan antara kubu saya dan kubu Rafi. Mereka ke sini untuk melarang kami menggunakan Kantor DPC,” aku Refi

Saat ini, Refi dan rekan-rekannya telah membuat laporan di Polsek Sukolilo dengan nomor LP/ B / 33 /VIII / Jatim / Restabes / Sek Sukolilo.