August 3, 2021

Tempat Penjualan Hewan Kurban dalam Abdya Menjamur

Akuratnews | Sejumlah distributor hewan kurban di sembilan kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengaku sepi pembeli. Padahal keadaan raya Idul Adha 1442 H yang jatuh pada Selasa (20/7) terhitung status sepekan lagi.

Salah seorang penjual hewan kurban di Desa Pante Rakyat Kecamatan Babahrot, Jalaludin Munte (35), mengungkapkan, kemerosotan daya beli masyarakat tersebut sudah terjadi sejak setahun yang lalu. Kondisi tersebut ditenggarai dampak dari pandemi corona.

Jalal mengaku, biasanya sebulan pra lebaran haji ia sudah banyak menerima panjer pesanan. Namun kali ini petunjuk pembelian seperti itu bisa dihitung jari.

“Sepi. Dulu tidak sesepi tersebut. Kalau pun ada, itu pembeli carinya yang kecil, ” kata Jalal kepada Akuratnews, Sabtu (10/7).

Jalal berujar, selama pandemi corona harga hewan kurban mengalami peningkatan, menyusul naiknya biaya kebutuhan makanan dan perawatan ternak. Tetapi demikian ia menilai nilai hewan ternak di pasaran khususnya di wilayah Abdya tergolong relatif normal.

Ia menjelaskan, untuk hewan kurban jenis kerbau berbobot standar jika sebelumnya harga pasaran Rp. 15 juta, kini naik menyesatkan rendah Rp. 17, 5 juta. Sedangkan untuk nilai sapi, jika sebelumnya memutar rendah Rp. 9 juta, kini menjadi Rp. 13 jutaan.

“Pembeli sekarang kebanyakan pilih mempertanggungkan karena harganya terjangkau & bervariasi, mulai dari Rp. 2, 5 juta had Rp. 4 juta, ” tandasnya.

Pandangan Akuratnews, meski sepi pembeli, lapak penjualan hewan persembahan di sepanjang jalan dalam wilayah itu makin menjamur. Para penjajak yang umumnya dari kelas menengah ke bawah itu berharap, dalam balik pandemi corona pasti ada berkah.