September 21, 2021

Soal Produk Kemasan Plastik, Komnas Anak Pesan Begini

Jakarta, Akuratnews. com berantakan Ketua Komnas Anak Arist Merdeka Sirait meminta bangsa untuk cermat dalam menggunakan plastik dan mengetahui macam plastik yang bisa berdampak untuk kesehatan tubuh. Situasi ini disampaikannya, melihat keluaran plastik sudah menjadi bagian hidup masyarakat negeri.

Sebagaimana diketahui, era ini aneka jenis plastik dengan mudah ditemukan dalam pasaran dan digunakan dengan luas baik sebagai paket pangan maupun perabotan sendi tangga. Plastik merupakan polimer sintetis yang telah dimanfaatkan manusia sejak lebih daripada 70 tahun lalu.

Arist mengingatkan umum khususnya para ibu buat jeli dalam memilih paket plastik yang akan dimanfaatkan untuk bayi dan anak-anak mereka. Hal itu menetapi tidak semua kemasan berbahan plastik untuk makanan & minuman itu cocok untuk seluruh usia.

“Di Indonesia, masih sekadar dipakai kemasan-kemasan plastik misalnya piring yang untuk terbengkalai, juga kemasan botol susu anak-anak, yang kalau diperhatikan jika terkena sinar matahari bisa melengkung.   Itu juga digunakan oleh budak dan balita, ” ujar Arist  dalam konferensi pers Selasa (8/6).

Dia mengatakan banyak sejak kemasan-kemasan makanan dan minuman berbahan plastik, ada kaum kandungan zat kimia dengan keberadaannya patut dicermati dalam hal jumlah dan daya migrasinya seperti zat BPA. Jadi harus dipastikan kalau produk dan kemasan dengan beredar di pasaran harus mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM). Maka, kata Arist, Komnas Anak harus menyampaikan kepada publik biar ibu-ibu mendengar itu.

“Saya tidak menuturkan produknya apa, tetapi aku lihat nyata ada plastik dipakai oleh ibu-ibu yang menengah bawah. Oleh karena itu Komnas Perlindungan Bani mengingatkannya, ” ucapnya.

Karena beberapa maujud itu berbahaya bagi bayi, balita, bahkan janin, Arist juga mengingatkan tugas BPOM yang bukan hanya sekedar mengawasi makanan, tetapi serupa kemasan. Dia mengatakan BPOM jangan hanya fokus menunggui konten atau isinya sekadar apakah kadaluarsa atau tak, tapi harus mengawasi kemasannya.

“Jangan lupa, kemasan itu kalau pada Eropa kalau beli susu atau beli apapun, jika sudah penyok tidak bisa dijual. Tapi di Indonesia, karena pemahaman ibu-ibu yang menengah ke bawah sedang kurang soal itu, mereka tetap menggunakannya, ” tukas Arist.

Karenanya, dia mengatakan bahwa produk-produk yang terbuat dari plastik itu harus betul-betul diwaspadai. Karena, plastik yang belum ada ijin edarnya itu berbahaya bagi bayi, balita, dan janin.

“Karenanya, saya mengimbau pada seluruh ibu di segenap nusantara untuk tidak lagi menggunakan produk-produk plastik itu dengan sembarangan. Sendok sekadar, kalau mau minum obat memakai plastik. Zaman saya pakai stainless. Sekarang serba plastik, coba lihat dalam dapur ibu, kalau menengah bawah pakai plastik, jika menengah atas ada plastik, ” kata Arist pada ibu-ibu kader yang datang saat itu.

Selanjutnya satu 2