October 22, 2021

Serba-Serbi Efiling Pajak Online yang Perlu Wajib Pajak Tahu

AKURATNEWS – Jadi seorang warga negara yang baik, sudah sepatutnya Anda membayar pajak dengan peraturan. Pajak sendiri merupakan sumbangan wajib dari rakyat kepada negara yang digunakan buat membiayai berbagai pengeluaran-pengeluaran negara. Dengan membayar pajak, Anda yang merupakan seorang wajib pajak telah berkontribusi pada pembiayaan negara dan serupa pembangunan nasional.

Berbicara mengenai kewajiban membayar pajak, para wajib retribusi tentu sudah tidak asing dengan istilah efiling. Efiling sendiri merupakan salah mulia cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) elektronik yang dilakukan secara online melalui internet. Penyampaian ini bisa dikerjakan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) atau penyedia layanan penerapan perpajakan yang telah menjelma mitra resmi Ditjen Pajak.

Kehadiran efiling ini tentu menawarkan banyak kemudahan bagi para wajib pajak dalam melakukan kegiatan perpajakannya. Efiling juga menjadi satu diantara bukti adanya penambahan layanan perpajakan di Nusantara yang diharapkan mampu menerbitkan animo masyarakat dalam menutup kewajibannya membayar pajak dengan tepat waktu. Bukan cuma bagi wajib pajak, efiling sejatinya juga memudahkan para-para petugas pajak.

Mengenal Efiling Retribusi Online

Perlu diketahui bahwa melalui Peraturan Ditjen Pajak Cetakan PER-03/PJ/2015 Tentang Penyampaian Surat Pemberitahuan Elektronik, Ditjen retribusi meminta seluruh wajib pajak untuk menyampaikan SPT dengan online. Peraturan tersebut tentunya ditunjang dengan hadirnya efiling pajak online  yang dirilis oleh Ditjen Pajak sebagai sarana penyampaian SPT.

Ada dua cara yang bisa Anda kerjakan untuk melakukan efiling secara online. Pertama dengan mengakses situs Ditjen Pajak. Kedua, Anda bisa menggunakan fitur efiling melalui penyedia layanan perpajakan yang telah menjelma mitra resmi Ditjen Retribusi. Mengapa harus melalui mitra resmi? Hal ini dimaksudkan agar kegiatan efiling dengan dilakukan oleh para wajib pajak langsung terintegrasi pada layanan Ditjen Pajak.

Sebelum adanya layanan efiling, setiap wajib retribusi harus melakukan penyampaian SPT dengan mendatangi Kantor Penyajian Pajak (KPP) Pratama secara langsung. Di kantor tersebut, wajib pajak akan memperoleh formulir dan diminta buat mengisi beberapa data secara tertulis atau manual. Tak hanya itu, wajib pajak juga perlu membawa sejumlah kertas lampiran dan serupa data pendukung untuk mengeluh pajak.

Pemberitahuan secara manual ini meniti beberapa proses yang lulus menguras banyak waktu serta juga tenaga. Apalagi bagi para wajib pajak yang memiliki banyak aktivitas penting lainnya. Bukan hanya bagi wajib pajak, sebenarnya pelaporan secara manual juga menyampaikan beban yang cukup mengandung bagi para petugas retribusi, terutama ketika memasuki kala pelaporan.

Para petugas pajak akan melakukan rutinitas yang melelahkan, laksana mengelola dan menyimpan susunan dalam jumlah yang banyak di setiap masa pelaporan. Alhasil, performa para petugas pajak pun menjadi kurang lambat dan tidak bisa melayani para wajib retribusi secara maksimal. Para tetap pajak pun perlu buat menunggu bahkan mengantri buat mendapatkan pelayanan.

Selanjutnya satu 2 3 4