September 21, 2021

Sedang Dengan Modus Lama, Polda Jatim Amankan 8, 4 Kilogram Sabu Asal Malaysia

Sedang Dengan Modus Lama, Polda Jatim Amankan 8, 4 Kilogram Sabu Asal Malaysia

Surabaya, Akuratnews. com berantakan Peredaran Narkoba Jenis sabu-sabu dengan modus dikemas menggunakan bungkus teh herbal China kembali diungkap oleh Ditresnarkoba Polda Jawa Timur.

Kali ini barang keterangan yang berhasil disita dari besar pengedar jaringan Malaysia tersebut, totalnya mencapai 8, 4 kilogram.

“Polda Jawa Timur mengungkap dua jaringan narkotika jenis sabu-sabu. Satu jaringan dari Jakarta pada mana asalnya dari negara tetangga kita Malaysia, satu lagi jaringan di wilayah Pasuruan yang diperoleh dari jaringan Jakarta, ” kata pendahuluan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko era rilis di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (26/8/20).

Truno membeberkan, pertama kali yang ditangkap merupakan kurir dan pengedar bernama Hari Junanto, warga Sidomulyo, Sukomanunggal, Surabaya yang tinggal Kelurahan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya.

“Yang pertama untuk jaringan Jakarta kami dapati ada barang bukti 5. 320 gram yang berupa kuning ini atau 5, 3 kilogram. Ditresnarkoba Polda Jatim menyimpan satu tersangka yang jaringan dibanding Jakarta tadi atas nama tersangka Hari Junanto telah ditangkap di 18 Juni yang lalu tetap kami lakukan proses pengembangan, ” bebernya.

Kemudian polisi mengamankan jaringan kedua, yakni suruhan bernama Lugianto warga Desa Wonosunyo, Gempol Pasuruan, serta Naifin Saiful Anam warga Desa Pakel Kecamatan Bareng Jombang yang berperan sebagai pengedar.

“Kemudian dengan kedua ada jaringan dari Pasuruan yang didapat barangnya dari Jakarta. BB yang berhasil diamankan sebab penyidik sebanyak 3, 1 kilogram. Untuk proses penyidikan ini, kami mengamankan 5, 3 kilogram tambah 3, 1 jadi totalnya 8, 4 kilogram, ” ujar Truno.

Dari pengamanan bahan bukti 8, 4 kilogran sabu ini, perwira dengan tiga melati emas menyebut pihaknya bisa menyelamatkan kurang lebih sebanyak 20. 000 warga Jatim dari bahaya narkoba.

Truno mengakui, jaringan narkoba asal Malaysia masih penuh beredar di Jatim melalui kesempatan masuk barang haram dari jalur darat, udara hingga laut.

“Pintu masuknya sangat penuh, beberapa yang ada wilayah Surabaya, Madura dan seluruh kota serta kabupaten yang kemudian setelah diterima dari kurir didistribusi. Beberapa pesan penyidik dimapping Ditresnarkoba baik tersebut jaringan udara, kemudian melalui pemindahan laut dan darat, ” katanya.

Ketiga tersangka terpikat pasal 114 dan pasal 112 UU tentang narkoba dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.