August 5, 2021

Rp95 Miliar Dibawa Kabur Mafia Tanah, 15 Korban Melapor Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR

Puluhan orang ini mengiakan ditipu seseorang bernama Agus Hartono dengan modus berpura-pura membeli tanah dengan menyampaikan uang muka (DP) terlebih dahulu.

Setelah memberi DP, pihak Agus Hartono meminta sertifikat dengan alasan akan dibalik tanda.

Namun, sesudah korban melakukan tanda lengah, sertifikat diduga dimasukkan ke bank dan dijadikan jadi jaminan untuk melakukan pinjaman dana ke bank.

“Dia menjaminkan aset milik korban dengan bentuk mark-up di sejumlah bank di Jawa Tengah seolah-olah Mandiri, BJB, BRI Agro dan Muamalat dengan kadar pinjaman yang sangat bervariatif, ” beber kuasa norma 15 korban, Lukmanul Ketua di Jakarta, Kamis (29/4).

Dari penuturan para korban, lanjut Lukmanul, sertifikat beralih nama ke Agus Hartono setelah sebelumnya diminta dengan berbagai keterangan, mulai untuk pengecekan sertifikat, hingga ada yang diminta tanda tangan di atas kertas kosong.

“Setelah dibalik nama dan dimasukkan ke bank dengan debitur perusahaan milik Agus Hartono, di mana saat itu semua kreditnya macet, tanah klien kami sudah menyelundup dilelang, sedangkan semua kongsi yang digunakan untuk mengajukan kredit sudah dipailitkan, ” jelasnya.

Kasus ini sebenarnya sudah dilaporkan ke Polresta Semarang serta Polda Jawa Tengah. Namun laporan tersebut dihentikan secara alasan kurang cukup data.

“Laporan ke polisi sudah dilakukan pada 2018. Ironisnya, salah utama korban pelapor bernama Widagdo Sudharto, pengaduannya di SP3 dan malah dijadikan simpulan. Korban lainnya atas nama Ridwan Raharjo, LP di 2019 stagnan, ” tegasnya.

Korban mafia tanah sejak sejumlah daerah di Jawa Tengah yang diduga menjelma korban penipuan.

Para korban biar mengalami kerugian yang lulus fantastis, yakni mencapai Rp95 miliar dari total kemalangan seluruh korban dengan umum tanah berbeda-beda.

“Saya saja dirugikan sekitar Rp20 miliar, padahal tersebut tanah warisan. Belum lagi ada pemilik tanah yang sakit-sakitan dan butuh beban berobat sekarang, ” ujar Nanung, perwakilan salah satu target.

Menyikapi mandegnya proses hukum bagi peristiwa ini, korban, ujar Lukmanul akan melaporkan kasus ini ke Bareskrim Mabes Polri, Kemenkopolhukam dan Komisi III DPR.

“Kami minta aktor utama urusan ini yakni Agus Hartono diproses secara hukum, karena sampai saat ini tempat tak tersentuh dan segar anak buahnya/suruhannya yang diproses, ” tegas Lukmanul.