August 3, 2021

Ricuh Saat Rayakan HUT Persebaya, Polisi Amankan 92 Orang Bonek

Surabaya, Akuratnews. com – Usai kericuhan yang terjadi di area Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Kamis (17/6/22) malam, Polrestabes Surabaya dikabarkan mengamankan puluhan suporter Persebaya, Bonekmania.

Saat dikonfirmasi, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP M Faqih membenarkan hal tersebut.

“Yang diamankan 92 orang yang terdiri dari 90 laki-laki dan dua perempuan, ” terang AKP M Faqih, saat dikonfirmasi awakmedia, Jumat (18/6).

Usai digelandang ke Mapolrestabes, lanjut Faqih, para Bonek itu langsung menjalani swab tes antigen Covid-19.

“Hasil dari swab antigen tersebut, ke 92 orang itu semuanya dinyatakan negatif, ” ungkapnya.

Pengamanan tersebut kata Faqih, hanya bersifat sementara. Beberapa dari mereka juga sudah ada yang dipulangkan.

Pengamanan terhadap Bonek Mania ini berawal dari, konvoi ribuan suporter Persebaya Surabaya tersebut dalam rangka peringatan ulang tahun klub kebanggaannya ke-94 tahun. Namun kejadian tersebut diwarnai kericuhan.

Untuk membubarkan massa yang begitu banyak dan tidak mematuhi protokol kesehatan, Polisi terpaksa menembakkan gas air mata.

Mulanya massa yang berada di Kaza City Mall, yang letaknya tidak jauh dari Stadion Gelora Sepuluh November sangat kondusif. Mereka merayakan hari jadi Klub kebanggan kota Surabaya  yang ke 94 itu, dengan menyanyikan chant-chant khas Bonek Mania.

Suasana menjadi tidak kondusif setelah ada lemparan batu dari arah belakang kerumunan Bonek. Hal tersebut dilakukan oleh beberapa pemuda tak dikenal.

Bukan hanya batu, banyak benda lain serta petasan yang beterbangan mengarah ke petugas keamanan.

Melihat situasi tersebut, pihak kepolisan menembakkan gas air mata, untuk mengurai massa. Sontak ribuan bonek tersebut berlarian.

Sementara itu, pentolan dan koordinator Bonek, Heri Agus Supriyanto, mengaku tak tahu menahu perihal aksi konvoi Bonek menyambut ulang tahun Persebaya tersebut.

“Aku nggak paham kalau Bonek datang ke Tambaksari, mas, ” kata pria yang akrab disapa cak Tessy ini.

“Nggak ada koordinasi, nggak ada yang nyuruh, mungkin dari pikirannya sendiri-sendiri aja yang datang ke sana, nggak ada yang nyuruh, ” imbuh Tessy.

Disinggung terkait nekat para Bonek yang tetap konvoi dan turun ke jalan, disituasi pandemi Covid-19 belumlah usai, cak Tessy mengaku tidak tahu.

“Nggak tahu mas pusing, ” tutupnya.