September 21, 2021

PKS: Subsidi Energi Tetap DIbutuhkan di Tahun Anggaran 2022

AKURATNEWS – Menanggapi pidato Pengantar dan Fakta Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2022, bagian Komisi VII DPR RI Mulyanto mengatakan bahwa bermacam-macam anggaran subsidi yang sudah digulirkan Pemerintah di tahun 2021, baik subsidi gaya maupun subsidi non gaya, masih dibutuhkan masyarakat buat dilanjutkan di tahun 2022. Apalagi saat ini perihal pandemi Covid-19 masih belum berakhir dan ekonomi kelompok masih belum pulih.

Mulyanto menegaskan dalam tahun 2022 Pemerintah perlu meneruskan program subsidi yang ada, termasuk subsidi untuk energi.

“Kita tidak sepakat dengan pendirian, bahwa subsidi untuk klub adalah pemborosan anggaran Negara yang tidak produktif. Sebab karena itu secara berantara harus dihapuskan.

Pandangan PKS justru sebaliknya. Kita harus selalu menganjurkan pemihakkan kepada mereka yang tidak mampu yakni mereka yang terpinggirkan akibat metode penyelenggaraan pembangunan yang belum ideal, ” jelas Mulyanto.

Mulyanto menambahkan, sesuai Sila Kelima, Pancasila, yang termaktub dalam Awal UUD tahun 1945, kalau salah satu dasar Negeri ini adalah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Pembangunan mestinya mampu menyerahkan keadilan sosial bagi umum. Bagi kita semua. Jangan dengan proses pembangunan membina mereka yang kaya menjelma semakin kaya. Sedangkan itu yang miskin menjadi semakin miskin. Akibatnya jurang ketimpangan dalam masyarakt menjadi menganga semakin lebar, ” kata Mulyanto.

Sumbangan anggaran Negara, lanjut Mulyanto, pada prinsipnya ditujukan buat membantu mereka yang invalid mampu. Diharapkan bantuan tersebut dapat meningkatkan daya belinya sehingga meningkat produktivitasnya.

“PKS akan berjuang untuk membela kaum ayah yang rentan terpinggirkan sebab proses pembangunan terkait secara kebijakan subsidi ini, ” tandas Mulyanto.

Untuk diketahui, sebelumnya Sri Mulyani Indrawati mewakili Pemerintah dalam pidato Pengantar serta Keterangan Pemerintah Atas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Tahun 2022 di depan Rapat Sempurna DPR RI, tanggal 20 Mei 2021 menyampaikan, Pemerintah akan menerapkan secara berangsur-angsur transformasi subsidi energi berbasis orang dan menghapus sumbangan untuk Premium.

Pada tahun 2021 Pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi energi sebesar Rp110, 51 triliun untuk BBM, LPG 3 kg dan listrik. Jumlah itu sedikit lebih gede dibandingkan dengan anggaran sumbangan energi 2020 yang menyentuh Rp108, 8 triliun. ***