August 5, 2021

Perkara Cuitan “Paha”, Tensi Politik di Tangsel Menghangat

Perkara Cuitan “Paha”, Tensi Politik di Tangsel Menghangat

Jakarta, Akuratnews. com kacau Tensi politik di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten semakin menghangat menyusul cuitan politisi Demokrat Cipta Panca Laksana yang menyuarakan ‘paha’. Cuitan itu dianggap sudah melecehkan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dengan kebetulan menjadi satu-satunya calon perempuan di panggung Pilkada Tangsel 2020.

Dukungan pun kemudian mengalir kepada Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang akrab disapa Mbak Sara ini. Salah satunya datang lantaran juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman. Menurut dia, Gerindra yang menaungi Mbak Sara mengaku amat risi dengan Panca.

“Saya juga risi dengan cuitan tersebut. Saya kenal pribadi dengan Kakanda Panca, dia orang baik & cerdas tapi saya bingung dan kasihan serta ngelus dada, kok beliau bisa tweet begitu, ” kata juru Habiburokhman dikutip Senin (7/9/2020).

Dikatakan Habiburokhman, tweet dari Panca amat nyata merujuk pada calon Wakil Pemangku Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Membahas paha, Panca diasumsikan sedang membahas sosok Rahayu Saraswati karena dialah satu-satunya perempuan calon Wakil Wali Kota Tangsel.

“Jelas dalam tweet itu beliau merujuk ke calon pengantara wali kota Tangsel, tentu adil kalau orang mengasumsikan yang dia maksud adalah Mbak Sara, tunggal calon wakil wali kota perempuan dalam Pilwakot Tangsel tahun tersebut, ” ucap Habiburokhman.

Sementara itu, Panca sendiri menyanggah dirinya membicarakan paha Rahayu. “Tidak, ” kata Panca melalui pesan singkat, Minggu (6/9/2020).

Panca menjawab pertanyaan apakah menurut dia cuitannya itu mengandung pelecehan atau tidak.

Panca juga mengaku belum memikirkan modus selanjutnya akibat cuitan soal paha. Dia pun belum terpikirkan buat meminta maaf kepada khalayak. “Belum saya pikirkan, ” tuturnya.

Sebelumnya, Rahayu sendiri ngerasa kecewa atas cuitan soal paha tersebut. Dia menyayangkan cuitan itu dilakukan oleh seorang politisi nasional.