October 22, 2021

Penjaga Periksa 40 Nakes Soal Kritikan Anca Mayor ke Bupati Sinjai di Medsos

AKURATNEWS – Satreskrim Polres Sinjai, Polda Sulawesi Selatan telah memeriksa 40 orang saksi postingan Andi Darmansyah (Anca Mayor) hingga saat ini.

Sebanyak 38 orang bersumber dari Rumah Sakit Ijmal Daerah (RSUD) Sinjai. Sisanya berasal dari Tenaga Kesehatan tubuh (Nakes) di Dinas Kesehatan tubuh Sinjai.

Para-para pegawai itu dimintai keterangannya oleh polisi terkait postingan Anca Mayor di Media Sosial (Medsos) yang menuding Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa (ASA) melakukan pemotongan uang jasa aparat kesehatan Covid-19, dan sokongan petugas kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 lalu meninggal dunia.

“Kurang lebih 40 orang Nakes dibanding Dinkes, dan RSUD Sinjai kami sudah mintai saksi terkait postingan Anca Mayor, ” kata Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam, Jumat (3/7/2021) siang.

Selain memintai bukti saksi dari RSUD, serta Dinas Kesehatan setempat, petugas juga telah memintai bukti ahli berupa orang pandai teknologi, ahli bahasa, pandai psikologi, dan ahli IT.

“Ahli IT ini kami datangkan daripada salah satu universitas pada Surabaya Jawa Timur, ahli bahasa dari Unhas Makassar, dan ahli psikologi sebab Universitas Negeri Makassar, ” kata Abustam.

Ia mengatakan bahwa metode penanganan kasus ini dibawah koordinasi langsung Bareskrim Polri. Saat ini Satreskrim Polres Sinjai akan menaikkan posisi selanjutnya ke tahap pemeriksaan.

Khusus barang bukti kata Abustam, pihaknya telah melakukan penyitaan barang bukti berupa ponsel Anca Mayor, yang digunakan melayani postingan.

Diketahui sebelumnya, pegiat sosial pada Sinjai ini (Anca Mayor-red) memposting sorotan kepada Bupati Sinjai Andi Seto Asapa.

Anca Mayor menyoroti Bupati Sinjai terpaut dugaan pemotongan dana oleh petugas kesehatan di RSUD Sinjai di masa pandemi Covid-19 Januari 2021 lalu.

Menyikapi postingan itu, Andi Seto ngerasa tidak terima lalu mengarah Mapolres Sinjai untuk melaporkan Anca Mayor.

Seto melaporkan warganya dengan Laporan Polisi Nomor LP/27/II/2021/SPKT/POLRES SINJAI, tertanggal Senin 22 Februari 2021.

Sedang Anca Mayor memposting dugaan pemotongan insentif Nakes dan pasien yang wafat dunia pada 16 Februari lalu.

Usai memposting, Anca Mayor mengesahkan melakukan hal itu sebagai bentuk kritikan terhadap Tumenggung Sinjai Andi Seto Asapa.