September 21, 2021

Pengenaan PPN Bahan Pangan Tak Manusiawi!

AKURATNEWS – Pemerintah berwacana mengenakan Retribusi Pertambahan Nilai (PPN) di dalam bahan pangan. Wacana tersebut jelas menjadi wacana kecendekiaan yang dipandang tidak manusiawi, apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, saat daya beli masyarakat sedang turun drastis.

“Pengenaan PPN akan menjadi bahara baru bagi masyarakat & konsumen, berupa kenaikan harga kebutuhan pokok. Belum teristimewa jika ada distorsi rekan, maka kenaikannya akan semakin tinggi, ” tegas Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian YLKI di Jakarta, Kamis (10/6).

Pengenaan PPN pada bahan bertabur, lanjut Tulus, juga mampu menjadi ancaman terhadap ketenteraman pasokan pangan pada bangsa.

“Oleh sebab itu, wacana ini harus dibatalkan. Pemerintah seharusnya lebih kreatif, jika alasannya untuk menggali pendapatan dana APBN, ” tandas Tulus.

Menurut pandangannya, negeri bisa menaikkan cukai cerutu. Dengan menaikkan cukai rokok, potensinya bisa mencapai Rp200 triliun lebih.

“Selain itu, akan berpengaruh positif terhadap masyarakat menengah bawah agar mengurangi konsumsi rokoknya dan mengalokasikan buat keperluan bahan pangan, ” ucapnya.