May 13, 2021

Pemprov Sumut Lakukan Berbagai Upaya Maksimalkan Realisasi APBD di Masa Pandemi Covid-19

Pemprov Sumut Lakukan Berbagai Upaya Maksimalkan Realisasi APBD di Masa Pandemi Covid-19

Medan, Akuratnews. com  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai upaya buat percepatan realisasi Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah (APBD) 2020. Situasi ini penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah dan penanganan pandemi Covid-19 di daerah ini.

Hal itu disampaikan Plt Kepala Badan Pengelola Keuangan serta Aset Daerah Provinsi Sumut Ismael Sinaga, usai mengikuti Pengarahan Penerimaan Target Realisasi APBD Tahun 2020 oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual, Senin (8/10). Rapat koordinasi juga diikuti oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sejak Posko Gugus Tugas Percepatan Pengerjaan Covid-19, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan.

Upaya yang dilakukan Pemprov Sumut, patuh Ismael, antara lain mengoptimalkan penyajian berbasis daring. “Jadi kita sungguh harapkan pada masa pandemi tersebut, pemerintah baik itu provinsi maupun kabupaten/kota, mencari cara bagaimana biar pendapatan daerah bisa kita dimaksimalkan, antara lain dengan mengoptimalkan pelayanan atau pendapatan daerah berbasis daring, ” kata Ismael.

Sementara dari sisi belanja wilayah, kata Ismael, Gubernur memberi suruhan agar kegiatan Pemprov Sumut dalam tahun 2020 dilakukan percepatan. Jadi bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi Sumut di kuartal III.

“Kita sedang mendorong supaya belanja terkait stimulus ekonomi dan kesehatan bisa dilakukan secara efektif, apakah itu melalui belanja dengan dilakukan oleh OPD kita, maupun belanja tidak terduga dalam penanganan covid. Maka itu kita terlanjur terealisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ” kata Ismael.

Sebagai informasi, realisasi APBD Sumut hingga Juli 2020 berkecukupan pada angka yang positif. Total pendapatan mencapai Rp5. 706. 306. 661. 542 atau 43, 81% dan total belanja mencapai Rp4. 477. 277. 638. 345 ataupun 34, 02%. Namun Ismael mengucapkan ada kendala yang mempengaruhi realisasi APBD yakni pandemi Covid-19.

“Covid-19 itu berpengaruh sebab sisi pendapatan, misalnya saja pengakuan kita itu kan dari SAMSAT. Pada awal pandemi ada SAMSAT di beberapa titik yang kurangi intensitasnya guna menghindari terjadi kerumunan, tapi saat adaptasi baru itu sudah kita mulai buka secara protokol kesehatan, ” kata Ismael.

Sebelumnya, Menteri Pada Negeri Tito Karnavian menyampaikan, pendayagunaan teknologi informasi dalam pemungutan PAD bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Menurutnya hal tersebut bisa meningkatkan percepatan penyerapan pendapatan dan belanja daerah.

Selain itu ada beberapa strategi asing, diantaranya, melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, istimewa daerah dan kemampuan masyarakat. Menyelenggarakan koordinasi secara sinergis di bagian pendapatan daerah dengan pemerintah serta pemegang kebijakan terkait. Meningkatkan kinerja BUMD dalam upaya optimalisasi pemberian.

Tito mengatakan pemenuhan target realisasi APBD dilakukan bertugas mendukung pemulihan ekonomi. Menurut Tito, belanja pemerintah daerah adalah salah satu sumber pemulihan ekonomi. “Jika uang tidak beredar ke masyarakat oleh sebab itu akan sulit mendukung pemulihan ekonomi, ” kata Tito