September 21, 2021

Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

Pemkab Tangerang Akui Tak Mampu Bendung Massa di Haul Syekh Abdul Qodir Jaelani

Tangerang, Akuratnews. com semrawut Terjadinya kerumunan jamaah haji pada Haul Tuan Syekh Abdul Qodir Jaelani ke-62 di Ponpes Al-Istiqlaliyyah Cilongok. Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Minggu (9/11/) lalu sempat menjadi viral dan pertanyaan banyak pihak memikirkan masih dalam masa pandemi Covid-19.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, dirinya bergabung unsur TNI dan Polru sebenarnya telah berupaya dan berusaha untuk mengurangi adanya kerumunan maupun tumpukan masa yang akan menghadiri jadwal haul di Cilongok.

“Sejak awal Pemerintah Kabupaten Tangerang  (Pemkab) telah mengundang pihak badan acara haul tersebut dan tetap berkoordinasi dan berkomunikasi terkait dasar penyelenggaraan haul agar tidak mengundang unsur dari luar, hanya dunia santri dan keluarga serta seruan VVIP saja, ” ujar Zaki dalam keterangannya bersama pimpinan FORKOPIMDA di Tangerang, Senin (30/11).

“Acara haul diadakan dasar rutin setiap tahun, dan aku memang selalu diundang, tapi tarikh ini tentu ada ketentuan karena tengah masa pandemi Covid-19. Di dalam tanggal 17 November 2020, aku dapat undangan haul, ” tinggi Zaki

Mendapati undangan tersebut, pihaknya melakukan pemanggilan terhadap panitia dengan agenda menjelaskan suasana penyebaran Covid-19 secara terkini dalam Kabupaten Tangerang.

“Kita panggil dan jelaskan kalau zaman ini wilayah Kabupaten Tangerang masih didalam zona oranye Covid-19. Berserakan, kita minta ditunda. Disana, sempat terjadi argumentasi hingga muncul besar opsi, ditunda acaranya atau dibatasi, ” tuturnya.

Lalu, dilakukan rapat awal itu dilanjutkan pertemuan antara pihak Pemerintah Kawasan Kabupaten Tangerang dan Polres Praja Tangerang ke Pemerintah Provinsi serta Polda Banten.

Di dalam Tanggal 18 November 2020, awak Satgas menemui Gubernur Banten bersama dengan Kapolda Banten di panti dinas Gubernur Banten, disana awak Satgas sampaikan dua opsi tersebut.

Selanjutnya pada tanggal 19 November 2020, tim Satgas kembali menggelar rapat yang pula dihadiri pihak panitia, disana kita sampaikam dua opsi, dan itu memilih yang dibatasi dengan kata sepakat 1. 500 jamaah.

Dari sana, pihaknya membuat besar, dengan pembatasan kapasitas khusus santri dan orang tua, hingga imbauan kepada jamaah lainnya untuk tidak hadir di acara tersebut dan diminta menyaksikannya melalui media baik.

Lalu, polisi serupa menggelar penyekatan di 12 bercak dimana hal itu ditujukan untuk menghalau massa yang memaksa terlihat. Namun nyatanya, hal-hal itu tak bisa membendung masuk jamaah ke lokasi.

“Kita telah melakukan upaya-upaya, dan nyatanya tak dapat membendung hal tersebut, karena masyarakat yang datang tidak cuma menggunakan kendaraan, tapi juga berjalan kaki, ” tukasnya.

Zaki melanjutkan, jauh-jauh hari Dasar tugas (Satgas) Penanggulangan dan Pencegahan Covid-19 beserta unsur TNI, Polri dan lainnya sudah mengimbau jamaah untuk tidak datang langsung. Pokok, kegiatan itu juga dapat disaksikan atau diikuti melalui media sosial dan stasiun televisi Banten TV serta live streaming YouTube.

Namun demikian, tingginya menimbulkan masyarakat, membuat kegiatan tetap didatangi. Meski begitu, Satgas Penanggulangan Covid-19 tetap berusaha memonitor kegiatan agar protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci lengah tetap berjalan.

“Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang bersama Kapolda, Wakapolda, Kapolres dan Dandim beberapa kali membubarkan atau menegur jemaah dengan berkerumun. Kami imbau mereka untuk jaga jarak, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolresta Tangerang, Ade Ary Syam Indradi memasukkan, sebagai anggota Satgas penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang senantiasa berkomunikasi tetap satu sama lain dan pada lapangan kita juga bersama-sama buat melakukan semua tahapan-tahapan edukasi lalu kita juga hadir di lapangan.

“Kami telah melayani upaya sebelum Hari H, mematok proses-proses paksa yaitu pembubaran kemarin hingga melakukan penyekatan diberbagai ragam penjuru untuk mengurangi masa yang datang, ” tandasnya.

Menurutnya, pihak kepolisian akan memanggil banyak orang untuk dimintai keterangan terkait adanya acara Haul yang dijalankan di Cilongok ini.