May 13, 2021

Pemimpin AIPKON Heri Wijaya Meminta Agar KPU Menunda Pemilukada Serentak 2020

Pemimpin AIPKON Heri Wijaya Meminta Agar KPU Menunda Pemilukada Serentak 2020

Jakarta, Akuratnews. com- Banyak dari bervariasi   kalangan masyarakat yang menginginkan agar   gelaran Pilkada sewaktu 2020 ditunda atau di memikirkan ulang. Hal ini berkaitan dengan masih terus bertambahnya kasuc nyata Covid-19   yang terjadi pada berbagai daerah di Indonesia.

Ketua AIPKON (Advokat Indonesia Peduli Korban Narkoba)   Heri Wijaya SH. MH, termasuk satu diantara yang menginginkan agar KPU mengingat kembali rencana penyelenggaraan pilkada sewaktu ini.

Kepada Akuratnews Heri mengatakan bahwa   bukan tidak mungkin dalam menjalankan metode pilkada nanti akan melibatkan pengumpulan masa, terutama disaat kampanye oleh masing-masing pasangan calon (paslon).

“Saya menghimbau kepada KPU agar   mempertimbangkan kembali rencana penyelenggaraan pilkada serentak 2020 pada masa pandemi ini,   sebab dalam sebuah proses pesta demokrasi tentunya tidak luput dengan penyatuan massa dan atau mengumpulkan massa khususnya saat kampanye yg di lakukan oleh setiap masing-masing   paslon, dan jika tetap memaksakan utk dilaksanakan tentunya hal tersebut bertentangan dan telah terjadi pengingkaran terhadap perppu nomor 2 tarikh 2020 yg telah diundangkan menjelma UU nomor 6 tahun 2020”, Jelas Heri di Jakarta, Selasa (22/9).

Kekhawatiran Heri Wijaya tentu bukan tanpa tanda, sebab banyak pejabat dari kepala daerah sampai Menteri sudah banyak yang positif   terkena Covid-19.

” Seperti kita tau, Ketua KPU saja sudah secara nyata dinyatakan positif   terinfeksi Virus Covid-19, bahkan Kepala RI juga sudah bsecara tegas menyatakan bahwa pandemi covid-19 itu adalah bencana Nasional”, tambah Heri.

Pengumpulan masa apapun bentuknya memang sangat rentan kepada penularan Covid-19 ini, termasuk pengumpulan masa disaat kampanye pada pilkada nanti. Oleh karena itu Heri mengingatan bahwa resiko penularan daripada aktivitas seperti ini besar sekali, oleh karena itu hajatan pemilukada ini sebaiknya ditunda.

” Dalam proses kampanye  berkumpulnya massa baik tim sukses paslon maupun relawan serta masyarakat yangg hadir akan sangat beresiko tertular atau menulari. Dengan adanya kerumunan massa tentu akan sulit utk melakukan protokol kesehatan seperti   Sosial distancing maupun   Phisycal distancing juga sulit diterapkan”, Tambahan Ketua AIPKON itu.

Menutup pembicaraanya Heri Wijaya mengucapkan, ” Berdasar hal diatas maka saya berharap kpu cukup cerdas dalam memahami kondisi indonesia dimasa pandemi ini sehingga tidak mengeklaim kehendaknya untuk tetap melaksanakan pilkada serentak. Sebaiknya menunda pelaksanaan pilkada serentak 2020. #cerdas dalam menanggapi, ” Tutup Heri.