August 3, 2021

Peduli Kusta, Permata Sinjai Gelar Workshop Sensitasi Bagi Stakholder

AKURATNEWS – Perkumpulan Mandiri Kusta Indonesia (Permata) Kabupaten Sinjai, Sulawesi Daksina menggelar Workshop Sensitasi Bagi Stakeholder tentang Penyakit Kusta di Aula Wisma Sanjaya Sinjai.

Kesibukan yang terselenggara atas kerjasama Permata Sulsel dan Dedikasi Tjipta Indonesia (DTI) dengan didukung oleh Sasakawa Health Foundation ini, dibuka Carik Dinas Koperasi UKM & Tenaga Kerja (Diskopnaker) Kabupaten Sinjai, Sabir Syur.

Sabir mengatakan kalau setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Terlebih untuk mereka yang telah merasai penyakit kusta atau penyandang disibilitas.

Dibutuhkan peran serta dan interpretasi mendalam bagi para stakeholder untuk membantu, agar itu jauh dari stigma diskriminasi ditengah-tengah masyarakat.

“Kusta ini tak hanya difokuskan pada persoalan medis, dalam hal ini biro kesehatan. Namun diluar tersebut, butuh peran serta kita semua terutama dalam permasalahan sosial kemasyarakatan, sehingga itu turut mendapatkan pekerjaan & penghidupan yang layak, ” ungkapnya.

Olehnya itu, mantan Kabag Humas Setdakab Sinjai ini meminta, melalui kegiatan tersebut mampu melahirkan solusi dan afeksi dari pengambil kebijakan.

“Kedepan, kami selaku instansi yang menaungi ketenagakerjaan akan mendorong dan membangun, agar orang yang sudah mengalami kusta bisa mendapatkan keterampilan kerja, baik itu dalam berwirausaha maupun lainnya, ” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Sinjai melalui Kepala Bagian Pengendalian Penyakit Menular, H. Hamzah mengatakan bahwa penyakit kusta merupakan penyakit menular yang bisa diobati.

Meski menular, logat Hamzah, namun penularannya tidak seperti penyakit lain di umumnya. Kusta butuh masa lama. Sebaliknya bagi penderita yang sudah sembuh mampu bergaul dengan siapa selalu dan hal inilah dengan perlu pemahaman ditengah-tengah asosiasi.

Hamzah juga mengaku bahwa Dinas Kesehatan Sinjai sejak 2020 hingga Juli 2021 menemukan 44 kasus penderita kusta, yang tersebar dibeberapa kecamatan. Biar demikian, dari kasus tersebut sudah terobati dan beberapa dinyatakan sembuh.

“Semoga kita yang terlihat disini memberikan sumbangsih pemikiran yang kedepannya tak cuma ditangani dinas kesehatan, memperbedakan peran serta kita bergabung, agar penanganannya tidak berakhir diskriminasi, ” harapnya.

Sebelumnya, Ketua Permata Sinjai, A. Firdaus menjelajahkan beberapa program kerja yang telah dilakukan bersama Jawatan Kesehatan Sinjai.

“Pendataan warga penderita kusta, bakti sosial pembagian sembako dan lainnya adalah program kerja yang telah kami lakukan. Semoga melalui kegiatan ini, program-program kedepannya mampu terus disinergikan dengan harapan ruang lingkup dari orang-orang yang pernah mengalami ataupun sembuh dari kusta tidak terbatas ditengah masyarakat, ” harapnya.

Di kegiatan ini turut dihadiri Ketua Permata Sulsel Yulianti, perwakilan DTI, perwakilan bermacam-macam OPD Sinjai, Pemerhati Permata Sinjai, dan insan pers.