October 19, 2021

Mas Kelana Berharap Para Orangtua Bersabar

Mas Kelana Berharap Para Orangtua Bersabar

Sidoarjo, Akuratnews. com – Masa aliran bangsa berada di tangan bujang saat ini. Semakin baik karakter anak saat ini, semakin cantik pula kehidupan masa depan kerabat.

Demikian cuplikan kata pengantar yang disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam panduan rangkaian kegiatan keterangan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 ini.

Ditambahkan, HAN 2020 mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju, ” karena bani ini tengah menghadapi tantangan berbentuk pandemi Covid-19 yang berimplikasi dalam masyarakat, terutama anak.

“Yakni, mengalami persoalan seperti urusan pengasuhan bagi anak yang orangtuanya positif Covid-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar, serta meningkatnya urusan kekerasan selama pandemi sebagai akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di sendi, ” katanya.

Nampaknya, permasalahan kurangnya kesempatan belajar anak, termasuk tak dapat menempuh pendidikan di sekolah sejak pandemi Covid-19, sangat dirasakan masyarakat Sidoarjo. Pertama, para orangtua yang masih mempunyai anak yang duduk di dipan sekolah. Mereka mengeluh dan meminta pemerintah pusat/daerah, agar membuka balik pembelajaran di sekolah, bukan belajar melalui online di rumah.

“Tidak semua orangtua ngerti soal belajar online yang memakai pulsa paket data. Lagian, dibanding mana saya uang untuk beli pulsa, buat nyari makan sekadar susah, apalagi aktivitas di luar dibatasi? Juga, belajar via online tidak membuat anak-anak tambah pintar, malah semakin bodoh dan invalid disiplin. Terparah, anak-anak bisa terkanjar-kanjar dini, akibat keseringan menatap hape (handphone). Karenanya, saya mohon kebijakan pemerintah pusat/daerah, agar anak-anak mampu belajar di sekolah, buka sekolah segera, mau nunggu kapan lagi? ” ungkap mereka.

Keresahan yang dialami para orangtua di Sidoarjo tersebut, sempat mengundang trenyuh bakal calon Bupati Sidoarjo 2021-2026 dari PDI-P dan PAN, H. Kelana Aprilianto, akrab disapa Mas Kelana ini.

“Ya, saya benar-benar trenyuh dengar keluhan para orangtua itu. Beta yakin, sikap pemerintah dan para orangtua sama-sama punya tujuan bagus, melindungi anak-anak. Pemerintah tidak mau anak-anak terinfeksi virus Corona, sedangkan para orangtua tak mau anaknya jadi bodoh. Rupanya, jalan muncul berupa belajar online, bukan berkepanjangan terbaik, banyak kelemahan, anggapan para-para orangtua, ” ucapnya.

Nah, apa solusi terbaik taat Mas Kelana, agar tujuan pemerintah pusat/daerah dan para orangtua bisa dipahami keduabelah pihak, sehingga anak-anak tidak terkesan menjadi ‘korban’ di tengah pandemi Covid-19 ini? Akuratnews. com menorehkannya dalam tulisan seri ke-36 ini.

Mas Kelana menuturkan, sebagai generasi penerus masa depan bangsa, keberadaan anak-anak harus dijaga dan dilindungi.

“Bila anak-anak tidak dijaga dan dilindungi, bisa dilihat apa yang akan dialami bangsa itu di masa mendatang? Soalnya, banyak negara di dunia hancur, akibat tidak memberikan perhatian serius pada anak-anak dan membiarkan mereka hidup menderita dan terlantar, ” tuturnya.

Karenanya, sambung Mas Kelana, bukan bermaksud ‘menggurui, ‘ dia sekedar memberikan solusi utama berkaitan kebijakan pemerintah pusat/daerah meliburkan anak sekolah yang dikeluhkan para orangtua itu.

“Sementara waktu, sebaiknya para orangtua mampu menahan emosi, bersikap tenang dan sabar. Mengingat, kondisi masih belum aman dari sebaran virus Corona. Hampir tiap hari, ada sejumlah warga yang meninggal. Mungkin, masukan ini, pemerintah tak mau silap. Apalagi, terkait anak-anak. Kapasitas saya, tidak membela siapapun. Mari kita saling memahami, negeri ini pantas diuji, karena Sang Khalik mau mengetahui sejauh mana kesabaran hamba-Nya menghadapi cobaan yang Dia turunkan ini, ” ujarnya. (Bersambung)