August 3, 2021

Kurban Online BAZNAS di 2020 Tembus 2. 503 Ekor

Kurban Online BAZNAS di 2020 Tembus 2

Jakarta, Akuratnews. com – Tahun 2020 ini, Institusi Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban pada Program Kurban Online BAZNAS di 58 titik penyaluran di 229 desa, 54 kabupaten atau tanah air dari 24 provinsi di Nusantara.

Penyembelihan hewan Kurban Online BAZNAS ini dimulai dengan seremoni secara online dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Jum’at (31/7).

Acara dibuka anggota BAZNAS, Prof. Dr. H. Mundzir Suparta, MA kemudian dilanjutkan secara simbolis penyerahan hewan kurban oleh Direktur Sari BAZNAS, M Arifin Purwakananta yang disaksikan anggota BAZNAS lainnya & segenap jajaran direksi.

Berbeda dengan pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan kurban tahun ini yang dimana berlangsung dalam kondisi pandemi Covid-19 BAZNAS berkomitmen tetap memberikan layanan yang terbaik dalam hal keamanan berkurban bagi masyarakat dan donatur.

Mundzir mengatakan, pemberlakuan aturan kesehatan Covid-19 diterapkan secara saksama dalam pelaksanaan Kurban Online BAZNAS, yang dijalankan panitia maupun mitra pelaksana, sebagai langkah pencegahan virus dan juga menjamin aspek kehalalan dan kebersihannya.

“Hingga hari Raya Idul Kurban itu, jumlah hewan kurban mencapai 2. 503 ekor setara kambing ataupun domba yang disembelih dan dibagikan kepada masyarakat dan rencananya akan dibagikan kepada kurang lebih 50. 060 kepala keluarga atau penerima manfaat, ” ujar Mundzir.

“Tetapi jumlah hewan kurban yang akan masuk berpotensi mau terus bertambah karena BAZNAS sedang terus memberikan pelayanan kurban untuk mudhohi sampai tanggal 12 Dzulhijah pukul 15. 00 WIB, ” sambungnya.

Mundzir menambahkan sebelum disalurkan, pemotongan hewan persembahan dilakukan di tempat tertutup, pada Tempat Pemotongan Hewan (TPH) dengan telah dirancang sedemikian rupa buat keamanannya, dengan petugas yang tetap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Kambing dan sapi kurban yang disembelih, tinggi Mundzir dibeli dari para penjaga desa di berbagai daerah. Situasi tersebut sesuai konsep program Persembahan Online BAZNAS yang tetap berupaya memberdayakan desa untuk meningkatkan ketenteraman dan gizi masyarakat desa di dalam kondisi pandemi saat ini.

“Setelah disembelih dan dikemas, daging kurban langsung didistribusikan secara metode push approach yakni dengan door to door mendatangi vila warga yang telah terdata di data penerima daging kurban. Jadi tidak ada lagi pembagian bon kepada masyarakat atau mengumpulkan kawula pada saat pembagian daging kurban seperti yang dilakukan pada perayaan kurban tahun-tahun sebelumnya, ” jelasnya.

Tak hanya tersebut, selain menambah pendapatan peternak serta membantu kebutuhan gizi bagi bangsa desa, Kurban juga memberikan Cash for Work kepada masyarakat miskin yang terdampak ekonominya akibat pandemi Covid-19.

“Cash for work dilakukan dengan memberikan imbalan langsung tunai kepada mereka dengan terlibat dalam kegiatan mulai dibanding penyembelih, pengulitan, pencacahan, membersihkan dalaman, penimbangan, dan pengemasan serta penjatahan. Mereka yang terlibat ini jarang lain adalah peternak, marbot langgar, ustadz, pedagang keliling, tukang ojek, buruh tani, dan buruh kilang yang terkena PHK di zaman pandemi ini, ” tutupnya.