August 3, 2021

Krisis Ekonomi Menghantui, Kombatan Apresiasi Bagian yang Diambil Presiden Jokowi

Krisis Ekonomi Menghantui, Kombatan Apresiasi Bagian yang Diambil Presiden Jokowi

Jakarta, Akuratnews. com – Dalam menghadapi wabah, dengan krisis ekonomi menghantui, diperlukan keseriusan pemerintah dan segenap bagian masyarakat untuk memasuki fase “Normal Baru” dan menghindar dari genting. Presiden Jokowi telah menyatakan, jadi dengan langkah extra ordinery.

Dalam melaksanakan langkah suplemen tersebut Presiden Jokowi diantaranya telah membubarkan 18 lembaga yang dianggap sudah tidak efektif lagi, Presiden Jokowi juga telah menunjuk Gajah BUMN (Erick Tohir) sebagai Kordinator Satgas Pemulihan Ekonomi, yang sekali lalu membuktikan, bahwa Indonesia sedang menghadapi ambang Krisis Ekonomi.

Terkait hal tersebut, DPN KOMBATAN mengapresiasi langkah yang telah diambil oleh Presiden Jokowi. Tetapi, DPN KOMBATAN memandang perlu langkah yang telah diambil Presiden tersebut, haruslah dioptimalkan, dengan penyempurnaan personalia dengan duduk atau ditunjuk oleh Kepala haruslah mereka yang berkompeten dibidangnya, serta belum mempunyai beban suruhan yang berat (menumpuk).

“Erick Tohir, mungkin dari arah kompentensi, sangat mumpuni, tapi dengan bersangkutan sekarang sedang memangku tugas dan beban yang tak tangan berat sebagai Menteri BUMN. Secara tugas tersebut saja, belum tentu dapat diemban dengan baik oleh beliau, atau sebaliknya, dengan menyilih Menteri BUMN dengan yang asing, agar Erik Tohir lebih pokok dan sukses mengemban tugas barunya. Masih banyak anak bangsa yang lain yang mumpuni” kata Ketua Ijmal DPN Kombatan, Budi Mulyawan SH dalam keterangan pers yang diterim Redaksi, Selasa (28/7/2020).

Budi menambahkan, mengingat wabah virus covid 19 adalah wabah ijmal (dunia) dan kian hari terkesan tidak terkendali, apalagi pada saat ini wabah tersebut telah menyerbu lebih 100. 000 kasus, “Maka DPN KOMBATAN berpandangan, sebaiknya negeri terlebih dahulu focus menangani percepatan penuntasan wabah virus covid 19 (akar masalah) dengan mengoptimalkan suruhan dan fungsi Gugus Tugas pada semua lini, dengan mengedepankan pengoperasian protocol kesehatan yang sangat sendat dan masiv di semua tempat dengan melibatkan maksimal semua bagian masyarakat, terutama aparat (TNI, POLRI dan Satpol PP), sehingga penyebaran virus covid 19 dapat diminimalisir” ucap Budi.

“Yang terjadi saat ini adalah pagebluk virus covid 19, sedangkan gawat ekonomi adalah ekses dari epidemi tersebut. Cara pandang dan penanganannya jangan di bolak balik. Pokok pada “Akar Masalah” (penanganan wabah) nya dulu dan tuntaskan, gres penanganan krisis ekonomi menyertai. Kejadian ini harus ditempuh, agar krisis ekonomi yang dialami warga tidak berlarut larut (berkepanjangan) serta dapat segera diatasi, dengan menuntaskan terlebih dahulu akar masalahnya. Jangan Takut dengan Resesi..!!! ” tambahnya.

Budi menerangkan, Pemerintah telah menyiapkan anggaran yang sangat besar, dalam penanganan wabah serta krisis ini, tetapi dengan anggaran sebesar apapun akan sia masa cara penanganan akar masalahnya tak tepat, terlebih masih sangat dirasakan bahwa sebagian besar Pembantu Kepala belum satu perasaan dengan Pemimpin nya, yang acapkali mengingatkan kita dalam situasi Krisis dan kemaluan penghematan serta efektifitas anggaran.

Hal tersebut tampak kasat mata, dibeberapa kementerian yang seolah tidak peduli dengan kondisi warga yang sedang dilanda wabah, seperti Kementerian Pertahanan, yang akan menyelenggarakan pembelian Alutista dengan anggaran yang sangat besar. Padahal dalam waktu dekat, pemerintah membutuhkan anggaran yang sangat besar untuk membeli dan memproduksi anti virus yang tak sedikit, sebagai jurus pamungkas pengerjaan Pandemi tersebut.

“Dalam menghadapi persoalan bangsa yang sedangkan dilanda wabah ini, dibutuhkan kearifan kita semua dan kepemimpinan nasional yang kuat. Untuk itu, DPN KOMBATAN sebagai Ormas berbasis Nasionalis yang memiliki andil tidak sedikit dalam pemenangan Presiden Jokowi di dalam Pilpres 2019, Kami merasa terpanggil untuk urun rembuk pemikiran & gerakan dalam penuntasan wabah covid 19 juga Resesi yang tidak bias kita hindari dari Bumi Nusantara tercinta ini” pungkasnya.