May 13, 2021

KPK Ultimatum Hukuman Mati

KPK Ultimatum Hukuman Mati

Jakarta, Akuratnews. com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum semua pihak yang bahadur melakukan korupsi penggunaan dana penanggulangan pandemi Covid-19.

Ultimatum itu berupa jerat pidana balasan mati kepada mereka yang coba-coba melakukan korupsi dana bantuan pandemi Covid-19.

Hal ini ditegaskan Ketua KPK, Firli Bahuri, Senin (27/7). Ia mengingatkan kalau korupsi dalam situasi pandemi, ancamannya hukuman mati. KPK juga bakal terus memonitor penggunaan uang negeri terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut.

“Ingat, tindak manipulasi yang dilakukan dalam suasana kesedihan ancaman hukumannya adalah pidana hancur, ” kata Firli dalam perbincangan virtual di Jakarta, Senin (27/7).

Firli menambahkan, pekerjaan pemberantasan tindak pidana korupsi tidak lah mudah. Namun, dirinya optimis sebab antarlembaga penegak hukum semakin stabil kerja samanya melalui koordinasi pemeriksaan.

KPK, kata Firli, juga telah membuka lebar-lebar kontribusi masyarakat dalam menangani serta memonitoring dugaan korupsi. Sehingga monitoring kepada dugaan penyelewenangan dana Covid-19 mampu dilakukan dengan baik.

”KPK akan tetap terus berlelah-lelah melakukan pemberantasan korupsi dengan meniti pendidikan masyarakat, pencegahan dan penindakan yang tegas, ” kata Firli.

Untuk diketahui, pasca Covid-19 menjadi pandemi Maret 2020 lalu, pemerintah pusat dan daerah sudah mengalokasikan anggaran puluhan triliun rupiah untuk membantu masyarakat yang terdampak langsung, juga sektor daya yang terkena imbas.