September 21, 2021

Konvensi Arwan Koty, Jaksa Enggan Bacakan BAP Saksi, Pengacara: Itu Lucu!

Jakarta, Akuratnews. com – Persidangan pengusaha Arwan Koty dan PT Indotruck Sari yang digelar di Pengadilan Jakarta Selatan pada Rabu, 19 Mei 2021 balik ditunda.

Sidang perkara nomor 1114/pid. B/2020/PN JKT dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari PT Indotruck Utama terpaksa ditunda lantaran saksi pelapor Jelas Prijono kembali mangkir dibanding panggilan jaksa.

Bambang Prijono merupakan Eksekutif Utama (Dirut) PT Indotruck Utama, ia dipanggil di dalam persidangan guna diperiksa keterangannya oleh majelis hakim.

Dalam laporannya, Penasihat Utama (Dirut) PT Indotruck Utama, Bambang Prijono mengaku telah menjadi korban berasaskan laporan palsu yang dilaporkan oleh konsumennya (Arwan Koty).

Pada tarikh 2017, Arwan Koty membeli Excavator di PT Indotruck Utama. Setelah harga disepakati oleh kedua belah pihak senilai Rp. 1. 265. 000. 000.

Selanjutnya dibuatlah surat Konvensi Jual Beli (PJB) No. 157/PJB/ ITU /JKT /ITU/ 2017. tertanggal 27 juli 2017 dalam PJB Arwan Koty membeli 1 unit Excavator merk Volvo dengan tipe EC210D,

Dalam uraian PJB Bagian 157/PJB/ ITU/JKT/ITU/2017 Disebutkan kalau pihak PT Indotruck Istimewa wajib menyerahkan 1 bagian Excavator Volvo EC 210D kepada pembeli selambat lambatnya satu minggu setelah pembayaran lunas. Namum hingga kini Excavator Volvo EC 210D yang telah dibayar dasar oleh Arwan Koty tak kunjung diterima.

Selanjutnya Arwan Koty membabatkan somasi sebanyak 2 kala kepada PT. Indotruck Sempurna, Namun somasinya tidak digubris oleh anak salah utama perusahaan raksasa tersebut. Selanjutnya Arwan Koty membuat informasi dengan No. LP/B/1047/VIII/2018/Atas aksi pidana dugaan penipuan & penggelapan sebagaimana dalam pencetus 378 dan atau 372 KUHP. Pada tanggal yang sama Arwan Koty juga membuat laporan No. LP/3082/V/2019/PMJ/Ditreskrimum.

Sidang PT Indotruck Utama – Arwan Koty

Anehnya, STap penghentian Penyelidikan tersebut dijadikan senjata oleh terlapor Jelas Prijono untuk melaporkan pulih Pelapor. Dalam laporannya Dirut PT Indotruck Utama Jelas Priyono megaku telah menjadi Korban dan dalam laporannya Bambang Prijono mengatakan bahwa laporan dihentikan dalam tahap penyidikan.

Dalam uraian Laporan Polisi No. LP/3082/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum jelas diterangkan Bahwa Arwan Koty (pelapor) memesan 1 unit Excavator type EC 210D, Dikuatkan dengan PJB No. 157 /PJB / ITU / JKT / VII / 2017 tanggal 27 Juli 2017. yang telah dibayar lunas oleh Arwan Koty.

“Kedua laporan yang dihentikan pada tahap penyelidikan tersebut ditandatangani sebab penyidik yang sama dalam perkara aquo. Saya menduga lantaran tahap penyidikan hingga persidangan sangat kental sekali nusansa Rekayasa, ” ujar Aristoteles MJ Siahaan SH, Advokat hukum Arwan Koty kepada wartawan.

“Bukti STap Penghentian Penyelidikan dengan dilaporkan oleh Pelapor Jelas Prijono bisa dijadikan data Lapor untuk menersangkakan, dan lebih anehnya lagi secara dasar STap penghentian analisis laporan tersebut bisa P21, bahkan naik sampai ke persidangan, ” katanya teristimewa.

Dalam surat dakwaan yang dibuat oleh Abdul Rauf yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum Sigit Hendradi SH, Pada dakwaannya JPU telah menuntut terdakwa atas laporan bohong dan mendakwa Arwan Koty telah memberikan pengaduan palsu sebagaimana dikatakan dalam kausa 220 KUHP dan atau pasal 317 KUHP.

“Munculnya pasal 317 KUHP tanpa adanya penelitian terhadap terdakwa merupakan penyeludupan pasal. Munculnya pasal 317 KUHP saya menilai kalau Arwan Koty akan dijadikan terpidana, “ ujar Aris.

Aristoteles serupa mengatatakan, seharusnya pihak kejaksaan harus cermat dan tepat dalam menerima berkas pelimpahan perkara dari penyidik pra berkas perkara tersebut dinyatakan P21 dan disidangkan, di Hal ini kami menilai Jaksa Penuntut Umum yang membuat dakwaan terhadap konsumen kami tidak profesional serta tidak cermat dan tepat.
Mirisnya lagi, lanjutnya, Jaksa Penuntut Umum Sigit tidak mau membacakan BAP Bambang Prijono, Jaksa Sigit malah menyuruh kami untuk membacakan. Itu kan betul lucu.

Kejadian pidana ini semestinya tidak layak dilanjutkan Jika Lembaga Hakim pertimbangkan dasar lembaga dan alasan pengajuan Permohonan Praperadilan Arwan Koty.

Konvensi PT Indotruck Utama kacau Arwan Koty

“Termohon yang mengabulkan penyidikan dan menetapkan Pemohon sebagai tersangka dengan kausa dihentikannya Penyelidikan atas informasi polisi yang dibuat sebab Pemohon oleh Polda Metro Jaya adalah tindakan dengan tidak sah menurut norma, ditambah lagi dalam bon keberatan hal 11 nilai 3, ” ucap Aris.

Dia memperhitungkan, surat dakwaan tidak saksama dan tidak teliti, karena tindakan menuntut terdakwa arah laporan bohong berdasarkan surat penetapan penghentian penyelidikan No. S. Tap/2447/XII/2019/Ditreskrimum, tanggal 31 Desember 2019, apalagi didalam BAP Bambang Prijono dengan membuat keterangan/pemberitahuan palsu dihentikan dalam Tahap Penyidikan.

Faktanya lagi, Aris menerangkan, gugatan wanprestasi dengan Nomor perkara 181/Pdt. G/2020/PN. JKT. UTR. yang telah dimenangkan Arwan Koty, PT Indotruck Utama telah cidera janjinya pada pasal III dan Pasal IV pada PJB No 157/PJB/ITU/JKT/VII/2017 tanggal 27 Juli 2017.

Menurut Aris, klausul dalam perjanjian jual kulak yang telah diingkari sebab pihak PT. Indotruck Sari, sehingga perkara pidana itu merupakan kualifikasi dari kausa 81 KUHP.

Saat persidangan juga dilakukan oleh orang yang sama, Majelis Hakim yang memeriksa serta mengadili perkara pidana dengan Nomor 1114/Pid/B/PN. JKT. ORGAN. adalah Majelis hakim dan panitera yang sama pada saat Arwan Koty mengajukan aplikasi Praperadilan.

“Dalam praperadilan, permohonan Arwan Koty ditolak dalam persidangan pohon materi. Majelis hakim terang berpihak pada saksi pelapor, ” kata Aristoteles.

“Menurut informasi yang berkembang dilapangan, Hakim Arlandi Triyogo SH pernah dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawasan Hakim Mahkamah Agung RI (Bawas RI) Sehingga wajar sekadar jika kami menilai kredibilitas dan Netralitasnya patut di pertanyakan, ” pungkasnya.