August 3, 2021

KNPI Plat Merah Berencana Laporkan Konsultan Bangunan dan Dindikbud ke Kejari Pandeglang

AKURATNEWS – Usai melangsungkan audiensi dengan pihak Jawatan Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, terkait adanya dugaan ‘Mark Up’ anggaran revitalisasi dan rehabilitasi kawasan kelas sekolah ditingkat Madrasah Dasar dan Sekolah Membuang Pertama, Jumat (25/06) kemarin.

Komunitas Pemuda Nasional Independen (KNPI) Plat Merah, berencana akan melangsungkan pelaporan secara resmi ke Kejaksaan Republik Indonesia (Kejari) Kabupaten Pandeglang.

Sekretaris Jenderal KNPI Plat Merah, Iding Gunadi mengatakan, pihaknya sudah bulat serta mempunyai informasi terpercaya, terkait adanya praktek ‘Mark-Up’ anggaran pada pembangunan rehabilitasi dan revitalisasi sekolah di Kabupaten Pandeglang itu.

“Kan kemarin juga jelas, bagaimana pihak dinas & pihak konsultan kontruksi itu kelimpungan, saat kami bertanya soal pembanguna revitalisasi serta rehabilitasi sekolah di SD maupun di SMP yang kami duga bermasalah itu, ” kata Iding, Sabtu (26/06) saat dihubungi wartawan, di Jl. Raya Bama, Kecamatan Pagelaran.

Menurut Iding, dugaan adanya ‘Mark-Up’ anggaran rehabilitasi & revitalisasi ruang kelas madrasah itu terbukti, saat pihak KNPI Plat Merah menodong agar pihak konsultan & Dindikbud membuka data dasar anggaran biaya. Namun, pihak terkait terlihat enggan membuka data tersebut.

“Anggarannya sangat fantastis, sementara kategori pembangunan-nya hanya rehab dan revitalisasi ruang status doang, sampai ratusan juta rupiah. Masa rehab tempat kelas, per ruang status itu sampai sebesar 60 sampai 70 jutaan. Apa yang direhab, ” katanya.

Sebelumnya, Besar Seksi (Kasi) Sarana serta Prasarana Sekolah Dasar, Dindikbud Pandeglang, Hafid Herdian membaca dalam melakukan penganggaran rehab sekolah di SDN Manglid 2 Cibitung, pihaknya bergabung konsultan konstruksi menganggarkan sejumlah Rp. 60 sampai 70 juta per satu tempat kelas.

“Jadi kami itu sudah mengumumkan sesuai dengan perencanaan. Ana menganggarkan biaya pembangunan kawasan kelas itu, satu ruang kelas itu kami anggarankan sekitar 60 sampai 70 juta. Penganggaran itu, bersandarkan hasil dari hitungan wujud. Kami juga sudah melakukan efisiensi anggaran, ” katanya

Oleh karenanya, Iding menegaskan bahwa, KNPI Plat Merah bersama dengan puluhan Organisasi Kepemudaan (OKP) itu akan segera mengadukan persoalan ini pada petugas penegak hukum (APH), biar persoalan ini menjadi sah benderang.

“Dalam waktu dekat ini ana akan masukan berkasnya seluruh, ke Kejaksaan. Ini tersedia permainan, tentu ini tidak efisiensi anggaran. Akan langgeng ini ada kongkalikong jarang dinas dengan pengusaha. Tersebut sarana pendidikan, ko masih saja di jadikan alat buat mencari uang, ” katanya.

Terpisah, Presidium Wilayah, Jaringan Pemuda serta Mahasiswa Indonesia (JPMI) Pandeglang, Entis Sumantri menambahkan bahwa, pihaknya merasa heran secara penjelasan Dindikbud dan Konsultan Konstruksi yang terlihat gugup saat audiensi.

“Agenda Audiensi kemarin itu, dengan Dindikbud dan Konsultan Konstruksi terkait rehabilitasi dan revitalisasi ruang kelas tersebut. Memang sangat terlihat bahwa, mereka itu gugup serta gelagapan menjawab pertanyaan saya, ” tambahnya

Diketahui, seperti terpampang di papan informasi, alokasi anggaran rehabilitasi sekolah SDN Manglid 2 Cibitung sebesar Rp. 434. 470. 965, 18. Sementara alokasi anggaran revitalisasi SMPN 1 Pagelaran sejumlah Rp. 505. 440. 000. ***