August 3, 2021

Kini Indramayu Miliki Laboratorium Uji Swab Covid-19

Kini Indramayu Miliki Laboratorium Uji Swab Covid-19

Indramayu, Akuratnews. com – Pemerintah Kabupaten Indramayu akhirnya memiliki laboratorium biomolekuler sendiri. Laboratorium tersebut digunakan untuk uji swab Covid-19.

Dilansir sebab situs resmi Diskominfo, secara simbolik Pjs. Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono meresmikan laboratorium biomolekuler pada Kamis, 22 Oktober 2020.

Laboratorium biomolekuler tersebut merupakan cara Pemkab Indramayu untuk mengejar contoh swab 1 persen dari total jumlah penduduk Kabupaten Indramayu.

Bangunan laboratorium tersebut menyatu dengan Laboratorium Kesehatan Daerah di Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu.

Dengan adanya laboratorium, contoh swab tidak lagi di tes di luar kota seperti yang selama ini dilakukan.

Bambang berharap dengan adanya laboratorium yang langsung Pemkab Indramayu miliki, dapat semakin mempercepat proses tes swab.

Karena selama ini, uji swab dilakukan sebab pihak lain, seperti Laboratorium Unswagati Cirebon dan Labkesda Provinsi Jawa Barat, membutuhkan waktu yang pas lama berkisar 2 hingga 3 hari.

“Dengan adanya laboratorium ini saya berharap sanggup mempercepat proses uji swab dengan pada akhirnya mempercepat upaya deteksi kita terhadap Covid-19, ” introduksi Bambang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara mengatakan bahwa laboratorium biomolekuler dibangun agar dapat mengukur kejadian Covid-19 di Kabupaten Indramayu, & karena adanya keterbatasan pemeriksaan secara menggunakan mobile PCR.

Dia menambahkan, laboratorium biomolekuler itu merupakan yang pertama di Indramayu, kemudian akan digunakan untuk uji hasil tes swab dengan memakai metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

Pengujian swab di laboratorium tersebut dalam satu ronde ini mencapai 94 sampel. Dalam sehari pengujian swab dapat dilakukan 3 putaran, artinya dalam sehari bisa mencapai 270 sampel dengan butuh waktu 8 jam.

Sementara target Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 248 contoh dalam sehari. Artinya laboratorium biomolekuler Indramayu ini melebihi dari tumpuan BNPB.

Sementara, Awak Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan sehari sebanyak 248 sampel.

Oleh karena itu, lab. biomolekuler Indramayu ini mampu melebihi yang ditargetkan oleh BNPB.

“Saat ini kami memiliki sebelas personil. Terdiri satu kepala laboratorium, empat orang analis, utama orang dari biologi, dan utama orang dokter umum, ” bahana Deden. *