May 13, 2021

Kemensos Upayakan Ketersediaan Alat Bantu Untuk Penyandang Disabilitas

Kemensos Upayakan Ketersediaan Alat Bantu Untuk Penyandang Disabilitas

Jakarta . Akuratnews – Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial terus mengupayakan pemenuhan dan ketersediaan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

“Sesuai dengan instruksi Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabalitas, pemerintah tengah dan pemerintah daerah wajib menjamin ketersediaan alat bantu penyandang disabilitas sesuai dengan kebutuhan dan cara disabilitasnya untuk membantu kemandirian Penyandang disabilitas melaksanakan aktivitas sehari-hari, ” kata Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial RI Eva Rahmi Kasim saat memberikan titah pada kegiatan Finalisasi Buku Saku Alat Bantu Penyandang Disabilitas Untuk Pendamping Penyandang Disabilitas di Jakarta. Rabu (14/10/2020).

Eva Rahmi menyampaikan, kebijakan Kementerian Baik (Kemensos) terhadap penyandang disabilitas sebagai pelaksanaan mandatori Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabalitas diarahkan kepada upaya penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Kebijakan tersebut dilaksanakan dengan meluaskan jangkauan pelayanan ke seluruh bagian masyarakat baik yang sifatnya individu, keluarga dan atau masyarakat.

“Pertemuan ini penting sebab menjadi bagian dari implementasi UU Nomor 8 tahun 2016 meniti Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) Penyandang Disabilitas, ” papar Eva Rahmi.

ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan ataupun residensial.

“Intervensi yang dilakukan antara lain pemenuhan keinginan dasar, Terapi, Perawatan/Pengasuhan Sosial, Pertolongan Keluarga dan lingkaran Teman sebaya, ” jelasnya.

PERHATIAN ATLAS menekankan kepada proses dan pendampingan terhadap penyandang disabilitas.

“Di tingkat Pusat melaksanakan penyiapan kebijakan, pendataan dan pengolahan data, bimbingan dan peningkatan kapasitas, penyusunan pedoman, Supervisi, monev dan pelaporan, sedangkan layanan langsung dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai/Loka Rehsos, ” terang Eva Rahmi.

“Di tingkat pusat, Kemensos tidak menyediakan alat bantu, tetapi akan disediakan melalui Balai-Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas, ” tambahnya

Lebih lanjut Eva Rahmi menekankan, pentingnya para pendamping penyandang disabilitas untuk mengenali persoalan penyandang disabilitas yang akan menjadi dampingannya.

“Perlu ada kemampuan untuk melakukan asesmen awal, karena terkait dengan layanan yang dibutuhkan penyandang disabilitas tersebut, ” pungkasnya.

Kegiatan Finalisasi Buku Pisah Alat Bantu Penyandang Disabilitas itu diikuti 40 orang dari Direktorat RSPD, Balai Rehsos PD, pendamping disabilitas, praktisi alat bantu disabilitas dilaksanakan selama 4 hari daripada tanggal 14 sd 17 Oktober 2020 di Harris Suites Kastil Mansion Cengkareng Jakarta.