May 13, 2021

Inovasi dan Renovasi Gagasan Pun Perlu Masuk ke Ranah Politik

Inovasi dan Renovasi Gagasan Pun Perlu Masuk ke Ranah Politik

Jakarta, Akuratnews. com – Ketentuan jaman mengharuskan kaum muda saat ini untuk terus berkreasi dan berinovasi.

Namun patut diingat, inovasi yang dilakukan tak sebatas dilakukan di bidang ekonomi, sosial, teknologi dan kemasyarakatan saja. Inovasi juga harus menyentuh wilayah atau ranah politik.

“Saya titip pada kaum muda agar ada juga inovasi dan renovasi gagasan yang masuk dalam wilayah politik. Politik di sektor √∂ffentlich, ” ujar Ketua Umum Inovator 4. 0, Budiman Sudjatmiko ketika berbicara dalam diskusi via  Move Meeting The 19th Leaders Dialogue dengan tema ‘National Talkshow The 19th Leaders Dialogue’s’ di Jakarta, Rabu (30/9).

Kenapa wilayah politik, terutama politik di sektor publik perlu juga inovasi dan renovasi? Politisi PDIP terkait menyebut, hal ini perlu lantaran jika politik tidak ikut direnovasi, inovasi yang dijalankan di sepenuhnya bidang akan terbentur birokrasi.

“Sebelum ada gap, benahi wilayah politik untuk mendukung inovasi ini. Jika tidak, dikhawatirkan akan terjadi diskoneksi atau sekat personalisasi, ” ujar mantan anggota DPR ini dihadapan peserta diakusi yang mayoritas kaum muda ini.

Budiman mencotohkan, salah satu inovasi yg kini tengah digenjotnya adalah Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI).

KSDI ini nantinya akan meluncurkan beberapa produk untuk menyambungkan internet hingga ke desa-desa. Mulai dari jaringan internet yang diberi nama Telkodesa hingga pembuatan BUMD yang akan menyediakan sepenuhnya kebutuhan terkait jaringan internet. Lalu untuk keperluan tersebut, KSDI bahkan merencanakan pada 2022 akan meluncurkan satelit sendiri.

“Hal seperti ini kan butuh juga renovasi di wilayah politik publik, ” ujar Budiman.

Oleh karenanya, ia kembali mengingatkan harus ada kaum muda yang terjun ke wilayah politik agar negara ini berjalan relevan.

“Sekaligus saya menitipkan slogan baru bagi kaum muda yakni Cinta, Cita dan Cipta, ” pungkas Budiman yang dalam diskusi ini didampingi pendiri INDEF, Faisal Basri.