September 21, 2021

Gubernur Sumut Instruksikan Tutup Tempat Hiburan Malam

Medan, Akuratnews. com – Usai libur Idulfitri tahun 2021 terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut). Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menginstruksikan kepada Bupati/Walikota untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan (Prokes), termasuk menutup tempat hiburan malam.

Tempat-tempat hiburan malam yg tidak diizinkan beroperasi masa lain klab malam, diskotik, pub/live musik, SPA (Santre Par Aqua), bola gelinding, bola sodok, mandi uap, dan area permainan ketangkasan. Selain itu, tempat hiburan lainnya seperti karaoke keluarga, karaoke eksekutif, griya pijat dan tempat hiburan serupa juga tidak diperbolehkan operasi.

Langkah terkait diambil karena kegiatan pada tempat-tempat hiburan tersebut tidak merupakan kegiatan yang esensial (mendasar) sehingga bisa dihentikan tuk sementara waktu. Selain tersebut, di tempat-tempat hiburan terutama hiburan malam rentan terjadi pelanggaran Prokes.

“Kegiatan-kegiatan hiburan seperti itu bisa kita hentikan dikarenakan bukan kegiatan pokok manusia, dan di tempat hiburan malam itu rentan terjadi pelanggaran Prokes, jadi untuk sementara kita larang beroperasi, ” kata Edy Rahmayadi, saat rapat secara bold bersama Bupati/Walikota se-Sumut di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Selasa (18/5).

Rerata kasus Covid-19 di Sumut mencapai eighty, 92 per hari 14 hari terakhir (4 -17 Mei), meningkat 8% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya (65, 42 kasus pada 20 April-3 Mei). Buat mengendalikan kasus Covid-19, Edy Rahmayadi menerbitkan Instruksi Gubernur Sumut Nomor 188. 54/14/INST/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Penduduk dalam Rangka Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Edy Rahmayadi meminta kepada Bupati/Walikota untuk segera menerbitkan Gaya Walikota (Perwal) atau Cara Bupati (Perbub) terkait instruksi ini. Dengan begitu langkah pengetatan Prokes di kabupaten/kota bisa berjalan secepatnya.

“Ini sesuai dengan instruksi Presiden, karena terjadi peningkatan kasus Covid-19 pada Sumut. Saya minta Bupati/Walikota segera menanggapi instruksi terkait dengan Perbub atau Perwal agar pengetatan Prokes bisa secepatnya kita lakukan, ” kata Edy Rahmayadi.

Selain menutup hiburan malam, Instruksi Gubernur Sumut tersebut, juga membatasi jam operasional tempat makan lalu minum seperti restoran, rumah makan, angkringan, pedagang kaki lima, swalayan dan pusat perbelanjaan hingga pukul 21: 00 WIB. Bahkan tuk tempat makan dan minum pengunjung juga dibatasi 50% dari kapasistas maksimal.

“Mau tidak mau harus kita batasi dikarenakan kita tidak ingin masyarakat Sumut lebih banyak lagi yang terpapar Covid-19, ” pungkas Edy Rahmayadi.

Menurut keterangan Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Sumut Arsyad Lubis Instruksi Gubernur Sumut kali ini juga meminta kepada Bupati/Walikota untuk melakukan peningkatan fasilitas kesehatan untuk perawatan pasien Covid-19 yaitu ruang isolasi serta Intensive Care Unit (ICU) sebesar 30% dari kapasitas saat ini, serta tempat karantina terpusat. Dengan begitu diharapkan pasien-pasien Covid-19 bisa di rawat di kota masing-masing.

Ini juga sesuai dengan Surat Edaran Menkes Nomor HÄSTKRAFTER 02/01/Menkes/11/2021, di mana untuk zona dua (kuning) oleh Bed Occupancy Rate (BOR) di atas 60-80% harus mengkonversi minimal 30% tempat tidur rawat inap pasien Covid-19. Sedangkan untuk ICU zona kuning minimal meningkatkan 15% ICU untuk merawat pasien Covid-19.

“Kita perlu bekerja lebih kuat lagi, bersama-sama Pemkab/Pemko siapkan fasilitas kesehatan kalian sehingga pasien tidak menumpuk di Ibu Kota. Apa yang bisa kami bantu akan kami bantu buat meningkatkan tempat perawatan pasien Covid-19 di Sumut, ” kata Arsyad Lubis.

Instruksi Gubernur Sumut ini berlaku selama 2 minggu dari tanggal 18 — 31 Mei 2021. Setelah itu, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut akan kembali mengevaluasi hasil dari pengetatan Prokes ini untuk menentukan kebijakan berikutnya.

“Setelah 14 hari akan kita evaluasi, kemudian kita tentukan lagi berkaitan yang akan kita lakukan berikutnya, ” tambah Arsyad Lubis.

Turut hadir mendampingi Gubernur Edy Rahmayadi, antara lain Sekdaprov Sumut R Sabrina, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Irman Oemar, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Sumut Aris Yudhariansyah, Kepala Satpol PP Tuahta Ramajaya Saragih, serta Forkopimda Sumut.