May 13, 2021

Gedung SMPN 7 Madiun Hancur Tertimpa Beringin Raksasa

Gedung SMPN 7 Madiun Hancur Tertimpa Beringin Raksasa

Madiun, Akuratnews. com kepala Hujan deras disertai angin kencang, Minggu sore (22/ 11), berkecamuk dan mengaduk aduk sebagian wilayah Kota Madiun, Jawa Timur. Tidak sedikit pohon peneduh di kurang jalan protokol bertumbangan. Bahkan gedung SMPN 7 hancur tertimpa beringin ukuran raksasa.

Bagian atap gedung SMPN 7 yang berada di pekerjaan Merak itu hancur cukup berat, akibat timpaan pohon beringin luhur yang tumbuh di halaman depan dan sisi gedung. Beruntung tak menelan korban jiwa atau luka, lantaran saat kejadian tidak berlaku kegiatan belajar mengajar.

Namun pohon peneduh yang bertumbangan mematok merusak jaringan kabel telepon, terjadi di beberapa jalan protokol. Antaralain Jalan Cokroaminoto, Mayjend. Sungkono, dr. Sutomo, Asahan, seputaran Stadion Wilis, seputaran Alun alun dan wilayah Rejomulyo.

Air bah akibat hujan intensitas tinggi semasa sekitar tiga jam itu, serupa sempat menggenangi beberapa perumahan masyarakat. Seperti yang terjadi di Ulama Asahan. Meski genangan air tak signifikan namun membuat pemilik rumah merasa mawas, takut jika tirta terus meninggi.

“Tadi memang terjadi hujan deras pas lama dan disertai angin cepat. Semua yang ada disini ketakutan, karena anginnya memang kencang sekadar. Saat itulah tiba pohon luhur itu tumbang menimpa sekolahan, ” tutur abang becak di kira-kira gedung SMPN 7.

Pihak terkait penanganan bencana daerah, utamanya BPBD, tim Sar serta PMI langsung turun ke berbagai titik guna menanggulangi bencana. Aparat PMI langsung menyedot air yang menggenangi rumah warga di Berkepanjangan Asahan, menggunakan penyedot air.

“Insyaallah tertanggulangi, Mas. Kawan kawan dari PMI sudah mendarat tangan menyedot air yang hadir ke perumahan warga, ” teriak petugas Sar BPBD setempat.

Sementara petugas BPBD dan tim Sar, segera memotong dan membersihkan pepohonan tumbang melintang bulevar. Mereka bekerja membersihkan puing menggunakan gergaji mesin, serta peralatan yang lain. Turut serta petugas PT. Telkom dan PLN berada di bintik lokasi, melakukan pemeriksaan dan upaya perbaikan.

Bencana zona itu sendiri berawal saat terjadi hujan lebat durasi cukup panjang. Hujan deras itu tiba terkombinasikan dengan munculnya angin kencang. Maka dalam sekejap beberapa wilayah pada Kota Madiun porak poranda.

Hingga saat ini tak ada laporan terjadinya baik target jiwa maupun terluka. Namun kecelakaan materiil ditaksir ratusan juta rupiah.

Petugas BPBD setempat meminta warga Kota Madiun agar jangan lengah dari situasi kesedihan. Mengingat, saat ini prakiraan hujan masih tinggi. Dan menutup jalan, setiap turun hujan akan disertai dengan angin kencang.