September 21, 2021

FPPJ: Lalai dan Tidak Becus, Dirut Ancol Harus Bertanggung Jawab

AKURATNEWS semrawut Jumlah wisatawan yang datang ke Taman Impian Jaya Ancol pada libur lebaran hari kedua menyentuh 40. 000 orang.

Manajemen Taman Impian Hebat Ancol pun memberlakukan penutupan gerbang akses keluar merembes pengunjung lebih awal.

Menyoroti kerumunan yang terjadi di Taman Ideal Jaya Ancol pada Jumat, 14 Mei 2021. Lembaga Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) meminta pihak pengelola semenanjung jangan mengabaikan prokes dalam saat pandemi.

Ketua FPPJ Rian mengutarakan, membludaknya pengunjung Ancol maka menyentuh angka 40 seperseribu di saat pandemi sangat membuat publik terhenyak tercengang.

“Bagaimana orang mandi di pantai mampu menerapkan protokol kesehatan? Pakai masker juga tidak kira-kira. Mau jaga jarak pula bagaimana caranya? Lihat sekadar berbagai gambar kerumunan yang terjadi di Ancol dalam Jumat kemarin, ” perkataan Rian dalam keterangan Pers yang diterima redaksi Sabtu, 15 Mei 2021.

Rian pun mendesak Dirut Ancol bertanggung berat atas kejadian kemarin, pengunjung sangat membludak dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Dirut Ancol harus lekas mengklarifikasi atas kejadian kemarin agar tidak menimbulkan mengupas yang berbeda” ucap Rian.

Rian memasukkan, seharusnya pengelola Ancol menerapkan prokes dengan ketat dan mengatur jarak antar tamu saat di lokasi wisata.

Namun dengan ada pihak pengelola seakan membiarkan terjadi kerumunan pada pantai dan banyak yang tidak menjaga jarak serta tidak memakai masker.

Rian menuturkan, Kalau Dirut Ancol tidak melangsungkan klarifikasi, maka FPPJ akan melaporkannya ke ranah kaidah karena telah terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Dirut Ancol dalam kejadian ini telah lalai, harusnya dia tau di masa pandemi ini, aturan yang menciptakan kerumunan dilarang berpenat-penat dan aturan ini telah di abaikan” tukasnya.

Berkaca dari perihal kemarin, tambah Rian, FPPJ juga meminta Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tanpa membuat kebijakan yang merusuhkan masyarakat.

“Ziarah kubur yang menjadi ritual umat muslim saat Lebaran dilarang dengan alasan menyekat penularan COVID-19 karena berlaku kerumunan massa, namun pada sisi lain wisata Semenanjung dibuka, Gubernur dalam peristiwa ini Anies Baswedan tanpa buat kebijakan standar berpasangan dong” pungkasnya.

Membludaknya pengunjung Ancol di dalam hari Jumat kemarin sungguh sempat viral di jalan sosial.

Dikutip dari Antara, saking ramainya, manajemen Ancol terpaksa mengatup gerbang akses keluar-masuk tamu lebih awal, yakni jam 17. 00 WIB.

Sementara aturan biasa jam tutup operasional Ancol adalah pukul 20. 00 WIB.

“Dari jumlah kuota yang tersedia sudah terpenuhi dan awak lakukan pemantauan langsung serta kebijakan untuk melakukan penyudahan pintu gerbang lebih pokok agar tetap nyaman dan protokol kesehatan dapat diterapkan dengan baik, ” perkataan Corporate Communications Taman Impian Jaya Ancol Rika Tetap.

Tidak kecil warganet yang membandingkan kerumunan kunjungan wisatawan yang makbul di Pantai Ancol dengan yang dilakukan warga India saat melakukan ritual mandi massal di Sungai Gangga atau yang dikenal pula dengan Festival Kumbh Mela.

Festival tersebut sudah ditetapkan sebagai super spreader tsunami COVID-19 pada India. ***