October 22, 2021

Edy Rahmayadi Sebut Selain Masalah Kamtibmas, Protokol Kesehatan Covid-19 Wajib Ditegakkan

Edy Rahmayadi Sebut Selain Masalah Kamtibmas, Protokol Kesehatan Covid-19 Wajib Ditegakkan

Medan, Akuratnews. com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menjadi inspektur pada Apel Gelar Gerombolan Operasi Lilin 2020 di Basis Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 12 Medan. Seluruh pasukan diingatkan protokol kesehatan menjadi hal yang wajib untuk ditegakkan, selain perkara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta keamanan, keselamatan, ketertiban & kelancaran (kamseltibcar) lalulintas (lantas).

Hal ini disampaikan Edy Rahmayadi saat memberikan amanat inspektur upacara, Senin (21/12/2020) di aliran pasukan TNI dan Polri dengan bertugas pada Operasi Lilin 2020. Tahun ini, tugas pasukan Berdiam Lilin lebih besar dari tarikh sebelumnya karena penyebaran Covid-19 pada Sumut masih terjadi.

“Di akhir tahun, aktivitas klub meningkat. Ini berpotensi menimbulkan provokasi Kamtibmas, Kamseltibcar lantas dan pelanggaran protokol kesehatan. Karena itu, Proses Lilin 2020 dilaksanakan selama 15 hari mulai 21 Desember 2020 sampai 4 Januari 2021, ” kata Edy.

Walau dilaksanakan setiap tahun, Edy menodong kepada pasukan agar tidak mendaulat kegiatan ini sebagai agenda rutin. Menurutnya, anggapan tersebut cenderung memproduksi pasukan kurang waspada terhadap jalan masyarakat terutama di masa pandemi Covid-19.

“Kita tidak boleh under estimate dan invalid waspada, harus lebih peduli. Jangan sampai perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19, ” tambah Edy.

Berdasarkan pemetaan kerawanan yang telah dilakukan, ada beberapa dugaan gangguan Kamtibmas yang perlu diantisipasi. Menurut Edy, gangguan tersebut kurun lain terorisme dan radikalisme, sabotase, narkoba, pesta miras, perusakan kemudahan umum, kriminalitas seperti pencurian secara pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tawuran, balap liar, kemacetean & kecelakaan lalu lintas. Selain tersebut juga ada bencana alam laksana banjir dan tanah longsor sebagai dampak musim penghujan.

“Untuk itu saya harapkan semesta Kasatwil mampu menentukan langkah memori yang proaktif dan aplikatif dan cara bertindak yang tepat, efektif dan efisien dalam mengatasi berbagai potensi gangguan yang ada, sebati dengan karakteristik kerawanan pada per daerah, ” tegasnya.

Pada Operasi Lilin 2020 bersandarkan keterangan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan Polda menyandarkan 7. 700 personelnya ditambah tumpuan 2. 000 personel dari Kodam I/BB. Selain itu pasukan serupa melibatkan Kodim dan Koramil untuk memperkuat dan memperluas daerah Operasi Lilin 2020.

Terpaut pencegahan penyebaran Covid-19, Martuani mengatakan telah mengundang pimpinan-pimpinan gereja se-Sumut untuk menyosialisasikan pelaksanaan Natal secara virtual. Begitu juga dengan perjamuan Tahun Baru, Kapolda menegaskan tak ada izin keramaian yang akan dikeluarkan semua jajarannya.

“Kami imbau Natal dilaksanakan dengan virtual. Kita sudah mengumpulkan & berdiskusi dengan semua pimpinan-pimpinan gereja se-Sumut, termasuk PGI. Begitu juga dengan Tahun Baru, tidak ada keramaian. Seluruh jajaran tidak ada yang mengeluarkan izin keramaian. Ini untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, ” kata Sormin, saat diwawancara sudah apel.

Selain tersebut, Operasi Lilin 2020 juga bakal mewaspadai bencana-bencana alam yang terjadi di Sumut karena di akhir tahun ini terjadi banyak terjadi bencana alam. “Kemungkinan besok kita akan cek kawasan Danau Toba, mengecek daerah-daerah rawan longsor, banjir, mengecek kesiapan kapal dan alat-alat keselamatannya, ” kata Martuani Sormin.