May 13, 2021

Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Cepat

Edy Rahmayadi Minta Lakukan Penanganan Cepat

Tebing Tinggi, Akuratnews. com – Banjir melanda sebagian besar wilayah Praja Tebing Tinggi sejak Jumat (27/11/20). Namun, hingga Sabtu volume air semakin tinggi dan merendam kira-kira daerah di Kota Tebing Luhur. Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi langsung turun ke lapangan meninjau banjir Kota Tebing Mulia, Sabtu (28/11/20).

Banjir kali ini disebabkan karena meluapnya Sungai Padang yang membelah Kota Tebing Tinggi. Berdasarkan data Institusi Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Tebing Tinggi ada 5 kecamatan dengan terdampak cukup parah pada banjir saat ini, yaitu Kecamatan Rambutan, Bajenis, Padang Hulu, Tebing Tinggi Kota, dan Padang Hilir. Dari lima kecamatan tersebut yang terdampak banjir berdasarkan data BPBD  Tebing Tinggi per tanggal 28 November sebanyak 25. 297 jiwa.

Melihat banyaknya korban banjir, Edy Rahmayadi ingin penanganan dilakukan secara cepat terutama masalah logistik, khususnya makanan dan obat-obatan. Setelah itu akan membantu masalah penyelesaian banjir Tebing Tinggi.

“Kita akan segera memberikan bantuan sebab ini rakyat saya. Dalam periode singkat harus ada posko untuk menyalurkan logistik kepada masyarakat, karena saat ini masyarakat sulit beraktivitas. Perut ini dulu untuk anak buah, yang kedua obat-obatan karena kala banjir rawan penyebaran penyakit serta yang ketiga kita perlu membagikan masker kepada masyarakat untuk mengantisipasi Covid-19, ” ujarnya.

Bersama dengan Walikota Tebing Luhur Umar Zunaidi Hasibuan, dan Kapolres Tebing Tinggi AKBP James P Hutagaol, Edy Rahmayadi meninjau kira-kira lokasi banjir. Salah satu kelurahan di Kecamatan Rambutan yang menyesatkan parah terendam banjir adalah Kelurahan Marulak. Tanggul Sungai Padang di kelurahan ini mengalami kerusakan yang mengakibatkan volume air pada medan ini mencapai kurang lebih satu, 5 meter.

“Setelah kami tinjau tanggulnya tadi ada yang rusak, agak 50 meter. Itu yang menyebabkan di kawasan ini volume air cukup agung, merendam beberapa rumah di sini. Setelah ini surut kita akan perbaiki dan mengevaluasi bersama BWS dan Pemko Tebing Tinggi buat normalisasi, karena tampaknya kedalam sungai sudah berkurang, ” tambah Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi berpesan kepada masyarakat untuk waspada karena curah hujan di Sumut saat ini cukup tinggi. Masyarakat diminta mengikuti anjuran pemerintah, supaya banjir kali ini lebih segera surut sehingga penanganan untuk Sungai Padang bisa cepat dilakukan.

“Waspadai alam. Satu kamar yang lalu saya sudah sampaikan kondisi alam kita saat tersebut kurang bersahabat. Tetapi kalau kita taati instruksi dari walikota serta Kapolres/TNI pasti aman, ” tambah Edy Rahmayadi.

Saat ini telah didirikan 56 posko banjir yang tersebar di Kota Tebing Tinggi, namun Walikota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan ngerasa jumlah posko masih harus ditambah. Selain itu, Umar juga meminta mendapat tambahan perahu karet buat mempercepat evakuasi masyarakat dan juga penyaluran logistik.

“Sekarang ada 56 posko, sekarang kita masih meminta bantuan untuk tenda-tenda pleton untuk mendirikan posko. Sekoci kita yang kecil juga tidak banyak. Kita minta bantu kepada pak Gubernur untuk mengevakuasi klub dan menyalurkan logistik, ” cakap Umar.

Sampai era ini belum ada laporan melanggar korban jiwa, karena sebelum banjir Pemko Tebing Tinggi telah memprediksi bencana alam ini. Walikota serupa mengatakan sudah meminta masyarakat agar menjauhi daerah sekitaran sungai sehingga korban jiwa bisa dihindari.

“Kita sudah mengimbau pada masyarakat agar tidak berdiam dalam pinggiran sungai karena banjir sudah kita prediksi sejak jam delapan malam dan dini hari airnya naik. Sampai sekarang belum ada laporan korban jiwa, ” pungkas Umar.

Berdasarkan fakta salah satu warga Kelurahan Marulak, Nelli, hari Jumat air sudah menggenangi rumah-rumah penduduk, namun pada saat itu air masih kira-kira 50 cm. Dini hari setelah hujan yang cukup panjang bagian air meningkat hingga dada karakter dewasa. Dia juga berharap supaya bantuan cepat disalurkan dan lebih merata.

“Jumat tersebut sudah banjir, tapi masih sebetis aja. Sekitar jam 12 (dini hari) airnya makin tinggi sendi kami pun hampir tenggelam, jadi kami langsung mengungsi padahal saya di sini belum pernah kebanjiran. Kami harap bantuan cepat disalurkan terutama makanan dan lebih menyeluruh karena banyak yang kena ini, ” kata Nelli