May 13, 2021

Ditjen PSP Kementan Efisiensi Pengelolaan Cairan di Banjaran dengan RJIT

Ditjen PSP Kementan Efisiensi Pengelolaan Cairan di Banjaran dengan RJIT

Kab. Bandung, Akuratnews. com – Pengelolaan air melalui saluran irigasi di Dukuh Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, semakin efisien. Sebab, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian telah melakukan kegiatan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin LImpo mengatakan dibenahinya jalan irigasi ini untuk memastikan air bisa mengairi lahan pertanian.

“Salah satu bentuk dukungan Kementan untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya di Kabupaten Bandung, ialah dengan melakukan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier. Kita memastikan air benar-benar sampai ke lahan-lahan pertanian, ” katanya, Minggu (27/9/2020).

Kegiatan RJIT di Desa Deretan Wetan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dilakukan Kelompok Tani Kiara Pelindung yang diketuai A Encur.

Menurut Dirjen PSP Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, RJIT yang digelar ini membenahi saluran dengan sudah bocor.

“Sebelum dilakukan kegiatan RJIT, kondisi media air labil dan banyak kebocoran. Sedangan sesudah dibangun, kondisi media menjadi baik dan lancar, sehingga pengelolaan air sangat mudah & efisien, ” tutur Sarwo Edhy.

Menurut Sarwo Edhy, RJIT adalah bagian dari water management untuk memastikan ketersediaan tirta buat pertanian.

“Kegiatan RJIT adalah membenahi saluran tali air yang rusak serta menghambat produktivitas usaha tani. Dengan RJIT, ketersediaan air untuk lahan pertanian menjelma terjaga, dan usaha tani selalu menjadi aman. Tidak itu selalu, dengan RJIT indeks pertanaman dan produktivitas bisa meningkat, ” katanya.

Luas oncoran dalam Desa Banjaran Wetan, Kecamatan Banjaran, sebelum dilakukan kegiatan RJIT ialah 10 ha. Angka ini menyusun menjadi 45 ha setelah dilakukan RJIT.

“Dampaknya pun positif pada indeks pertanaman atau IP. Jika sebelumnya IP ialah 2, 00, dengan RJIT IP menjadi 2, 30. Begitu juga dengan provitas, yang awalnya 4, 1, provitas melonjak menjadi 4, 3, ” ujar Sarwo Edhy.