May 13, 2021

Dinilai Tak Maksimal, Kapolri Diminta Evaluasi Kabaintelkam Polri

Dinilai Tak Maksimal, Kapolri Diminta Evaluasi Kabaintelkam Polri

Jakarta, Akuratnews. com porakporanda Aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat dalam menyikapi pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja tak sedikit yang sudah rusuh.

Menyikapi hal itu, Stefanus Frara Ketua Bidang Pemuda Dan Gerak DPD KNPI DKI Jakarta bersaingan dengan Teofilus Mian Parluhutan Direktur Eksekutif Generasi Muda Visioner (GEMUVI) angkat bicara.

Menurutnya, kerusuhan yang terjadi secara murni di sejumlah daerah saat kesibukan demonstrasi berlangsung bisa dicegah dengan deteksi dini dan cegah pra gangguan keamanan.

“Sebagaimana mestinya fungsi intelkam akan lebih baik mempersiapkan upaya pencegahan atau deteksi dini agar tidak berlaku aksi penyampaian pendapat yang berujung rusuh” ujar Stefanus dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat, (23/10/2020).

“Jika deteksi pra dan cegah dini gangguan keamanan bisa dilakukan, beban Polri pada menjaga keamanan di Indonesia tentunya akan lebih ringan. Hal ini lah yang menjadi dasar bahwa polisi merupakan garda terdepan bagi Polri yang bertugas menjaga keamanan negara Indonesia, ” ujar Direktur GEMUVI

Menurut Mereka, kesibukan menyampaikan aspirasi dengan aksi muncul rasa adalah sah di dalam era demokrasi, namun terjadinya kegaduhan saat aksi menodai substansi dari demonstrasi tersebut.

Oleh karena itu dari itu Mereka meminta Kapolri untuk mengevaluasi kinerja Baintelkam Mabes Polri dalam deteksi dini dan cegah dini gangguan keamanan dalam penanganan Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Saya berharap Kapolri yang merupakan arahan tertinggi Kepolisian mengevaluasi agar hal-hal seperti ini bisa teratasi bertambah dulu” ujar Stefanus

“Saya berharap Kapolri bisa mengevaluasi kinerja Kabaintelkam ataupun jajarannnya, jalan dari segi kepemimpinan, pelaksanaan teknis, maupun anggaran. Mungkin kinerjanya kurang maksimal karena banyak anggarannya yang dialihkan dan dipakai untuk penanganan Covid-19. Atau mungkin Kabaintelkam mempunyai fokus yang berbeda dengan suruhan dari pimpinan tertinggi Polri, ” kata Teo.

Menurut mereka peran intelijen Polri kudu ditingkatkan, pencegahan harus dimaksimalkan daripada penanganan gangguan keamanan.

“Meskipun tampak menjadi bagian yang kurang populer dibanding fungsi yang lain, intelijen untuk pencegahan gangguan ketenangan harus ditingkatkan. Jangan sampai ada kesan pembiaran sehingga kemudian terjadi kerusuhan dalam aksi demonstrasi kaum minggu terakhir ini, ” mengakhiri Teofilus.

“Bagian apapun walaupun tampak kurang populer serupa yang dibicarakan direktur Gemuvi, akan tetapi Intelkam adalah salah satu bagian terpenting dalam mendeteksi gangguan keamaan dengan akan terjadi” tutup Stefanus.