October 19, 2021

Dibuka Menag, Rapimnas LDII 2020 Membawa Isu Ini

Dibuka Menag, Rapimnas LDII 2020 Membawa Isu Ini

Jakarta, Akuratnews. com porakporanda Dewan Pimpinan Was-was (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Rabu (19/8).

Rapimnas yang dibuka Menteri Pegangan (Menag) Fachrul Razi ini digelar untuk memilih Pejabat (PJ) Pemimpin Umum yang sedang kosong, usai Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam meninggal dunia pada Juli lalu.

PJ Ketua Umum ini nantinya akan diberi amanah untuk menggelar musyawarah nasional (Munas) dan melanjutkan program kerja DPP LDII sebelum Munas.

Mengawali sambutannya, Menag menyuarakan duka cita mendalam atas wafatnya Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam.

“Semoga almarhum khusnul khatimah. Apresiasi mendalam kami ucapkan juga pada Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso dan Carik Umum Dody Taufik yang sudah mengundang saya dalam Rapimnas LDII 2020, ” ujar Fachrul Razi.

Menag juga menganjurkan keberagaman keagamaan dan aliran dalam Indonesia dapat semakin memperkaya keturunan Indonesia.

“Dalam setiap agama terdapat beberapa aliran yang berbeda, namun ini tidak menjadikan bangsa bercerai berai, tapi memperkaya bangsa Indonesia, ” ungkapnya.

Menag pun mengimbau biar kemajemukan senantiasa dipelihara sehingga tak menimbulkan disintegrasi bangsa. Toleransi berarti menghormati dan belajar dari karakter lain, menghormati kesenjangan budaya sehingga tercapai kesamaan sifat.

Toleransi dapat dijaga dengan tiga syarat; pertama merasa senasib sepenanggungan, kedua punya rasa kebangsaan nasionalisme dan ketiga menghargai hak setiap warga negara.

Terpaut dengan LDII, Menag sangat senang LDII banyak hadir di asosiasi dengan kegiatan yang sangat berguna.

Dalam sambutannya tersebut, Menag juga memperkuat pentingnya moderasi beragama. Moderasi beragama menitikberatkan jalan berhubungan dengan teman-teman yang berbeda agama, atau agama yang cocok namun pandangannya berbeda.

“Visi utama adalah mewujudkan islam sebagai rahmatal lil alamin, ” jelas Fachrul Razi.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Organizing Committee (OC) Rapimnas LDII Rully Kuswahyudi melaporkan, Rapimnas diikuti 3. 000 peserta dan peninjau melalui virtual meeting yang tersebar pada 400 studio di seluruh Indonesia.

Peserta dan peninjau terdiri dari unsur DPP, DPW, DPD, Pondok Pesantren, Majelis Taujih Wal Irsyad, Dewan Pakar, Pondok dan sekolah binaan LDII se-Indonesia.

Rapimnas juga dihadiri oleh anggota DPR RI, antaralain Endang Maria Astuti, Singgih Januratmiko dan Sungkono. Rapimnas didukung 18 anggota Steering Committee (SC) serta 70 OC, serta 1. 000 panitia lokal untuk persiapan studio mini yang siap mensukseskan Rapimnas LDII.

Dalam sambutannya, Sekretaris Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya mengungkapkan, LDII berpartisipasi aktif, bukan hanya dunia keagamaan dan dakwah saja, tapi juga merambah pada tujuh kluster lainnya.

Pertama di bidang keagamaan, LDII terus menyiasati agar dakwah islam merupakan benar setiap umat Islam.

“Memperhatikan kelompok marjinal seperti umum kecil diperbatasan, penderita tuna pendengaran dan disabilitas lainnya, penderita kusta dan narapidana, ” ujar Dody.

Kedua, bidang kebangsaan, LDII mengupayakan bahwa bahasa Nusantara adalah aset pemersatu bangsa. Ke-3, bidang pendidikan, LDII akan terus membantu pemerintah membangun pendidikan dengan fokus pada pendidikan karakter, cakap religius.

“Mengkombinasikan tahu adat karakter dan performans karakter yang bersumber dari ajaran Islam dan nilai luhur bangsa Indonesia, ” jelasnya.

Keempat, bagian kesehatan, LDII mendorong program negeri dalam penggunaan obat herbal bersaing dengan obat konvensional.

“Sehingga obat herbal bukan cuma sebagai pelengkap saja, namun selalu memiliki khasiat tersendiri, ” ucapnya.

Kelima, LDII mendorong energi baru dan terbarukan agar terus dikembangkan dan dimanfaatkan mengingat potensinya yang masif di Indonesia dan masa ini kurang dioptimalkan.

Keenam, bidang perekonomian, LDII memerosokkan perekonomian disusun sebagai usaha bersama-sama berdasarkan atas asas kekeluargaan yang dapat diwujudkan dengan pengembangan ekonomi syariah.

“Menekankan kerjasama, bukan berdasarkan persaingan bebas di dalam mekanisme ekonomi pasar, ” jelasnya.

Ketujuh, bidang teknologi digital. Di Indonesia, teknologi digital sangat masif menjangkau seluruh susunan masyarakat. Teknologi digital supaya diarahkan pada hal yang bersifat produktif dan positif bukan hanya konsumtif, sehingga hal negatif teknologi digital dapat dieliminir.

Kedelapan, bidang pangan, LDII mendorong agar Indonesia dapat mewujudkan ketahanan bertabur. “Lahan tidur tidak produktif seolah-olah lahan gambut supaya dilakukan pembaruan agar dapat menjadi lahan produktif yang pada gilirannya dapat melahirkan kemandirian pangan di Indonesia, ” pungkasnya.