May 12, 2021

Dalam Duga Palsukan Kwitansi, Notaris Di Laporkan Ke Bareskrim

Dalam Duga Palsukan Kwitansi, Notaris Di Laporkan Ke Bareskrim

Kalimantan Tengah . akuratnews awut-awutan Seorang notaris mangkir dari panggilan polisi terkait kuitansi palsu pada kasus hutang piutang.

Tini Rusdihatie notaris di Barito Selatan tidak datang memenuhi seruan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri sesuai laporan polisi nomor LP/B/0297/VI/2020/BARESKRIM terkait kuitansi palsu yang dilaporkan ahli waris almarhumah Sri Imbani Y Mebas.

Di dalam tanggal 29 Juni 2020, Bareskrim Mabes Polri memanggil Tini, Yuantariko dan Djarau untuk diambil keterangannya sebagai terlapor sehubungan dengan tagihan hutang kepada almarhumah Sri Imbani Y Mebas.

Tetapi ketiganya (Tini, Yuantariko dan Djarau) tidak memenuhi panggilan kepolisian.

Kuasa hukum ahli darah Sri Imbani, Aditya Sembadha sejak kantor Gani Djemat and Partners Jakarta, menyatakan masih menunggu jalan pemeriksaan dari pihak Bareskrim Polri.

“Kami tidak bakal mendahului segala sesuatunya, sebaiknya kita menghormati proses pemeriksaan di Mabes Polri dan menunggu hasilnya, ” ujar Aditya di Jakarta. Senin (29/6/2020).

Sebelumnya, tak terima aset milik keluarga dijadikan sita jaminan terkait gugatan di Pengadilan Negeri Tamiang, ahli darah laporkan penggugat ke Mabes Polri.

Ahli waris keluarga almarhumah Sri Imbani Y. Mebas melaporkan Tini Rusdihatie ke Mabes Polri terkait dugaan kuitansi palsu terpaut kasus hutang piutang dan pendudukan sertifikat SPBE Hajak yang saat ini dipegang oleh Tini.

Laporkan berdasarkan masih terpasangnya papan dalam sita jaminan pada Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terletak di Desa Hajak, Barito Utara, Kal imantan Tengah milik tim almarhumah Sri Imbani Y Mebas  berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tamiang Layang, padahal dalam pemeriksaan Melaksanakan, Pengadilan Tinggi Palangkaraya telah mencoret dan mencabut sita jaminan tempat SPBE tersebut melalui putusan nomor 19/PDT/2020/PT. PLK tanggal 5 Mei 2020.

Penyitaan SPBE Hajak tersebut berawal dari gugatan Tini Rusdihatie, seorang Notaris di Barito Selatan yang menggugat para ahli waris dari almarhumah Sri Imbani Y. Mebas sebesar Rp. 5, 3 milyar.

Gugatan ini ternyata dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Tamiang Layang dan menjatuhkan sita jaminan terhadap SPBE Hajak yang merupakan aset milik anak-anak dari almarhumah Sri Imbani.

Tidak terima secara hasil gugatan tersebut, para mampu waris mengajukan Banding ke Mahkamah Tinggi Palangkaraya.

Dalam putusannya, Majelis Hakim Pengadilan Agung Palangkaraya memberikan pertimbangan bahwa bukti-bukti dan kesaksian dalam gugatan Tini lemah, peristiwa utang piutang yang dibenarkan oleh Yuantariko dan Djarau Matu Atikala saat duduk menjelma saksi pada persidangan pun diragukan kebenarannya dan akhirnya gugatan Tini dinyatakan Pengadilan Tinggi Palangkaraya tak diterima dan penyitaan SPBE Hajak dicabut.

Berdasarkan kejadian tersebut, Ahli waris almarhumah Sri Imbani Y Mebas melaporkan Tini Rusdihatie ke  Bareskrim Mabes Polri dengan bukti Laporan Polisi bagian LP/B/0297/VI/2020/BARESKRIM terkait kuitansi palsu. ( akuratnews )