September 21, 2021

Cepat Groundbreaking, Budiman Sudjatmiko: Kita Bawa Duit Investor Gundukan Algoritma ke Sini

AKURATNEWS – Bukit Algoritma, atau yang digadang-gadang jadi Silicon Valley-nya Indinesia, rencananya segera melakukan groundbreaking alias peletakan batu pertama.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang wujud, PT Amarta Karya (AMKA) kini tengah melakukan anju guna melaksanakan groundbreaking dengan akan dilaksanakan dalam zaman dekat.

“Selama bulan puasa hingga keadaan ini tim kami lestari bekerja. Bahkan unit bisnis kami, Amarta Geospasial, melayani mapping (pemetaan) terkait program jalan dan infrastruktur, ” ujar Direktur Utama AMKA, Nikolas Agung dalam keterangannya, Rabu (19/5).

Bukit Algoritma adalah rencana berbentuk Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Kiniku Bintang Raya dengan AMKA yang dipercaya sebagai mitra infrastruktur pada tahap baru selama tiga tahun ke depan.

Nikolas menjelaskan, proyek yang berlokasi di Cikidang dan Cibadak, Sukabumi ini dibangun dalam atas lahan seluas 888 hektar dan diperkirakan menelan biaya 1 miliar Euro atau setara Rp18 triliun.

“Mudah-mudahan, apa yang sudah kita cita-citakan sebelumnya, yakni proyek itu bisa segera groundbreaking sesudah Lebaran bisa menjadi paksa yang baik bagi semua pihak, ” ucapnya.

Proyek Bukit Algoritma ini sendiri ditujukan buat meningkatkan kualitas ekonomi pada industri 4. 0, penambahan pendidikan, penciptaan pusat penelitian dan development untuk menampung ide anak bangsa, beserta meningkatkan sektor pariwisata dalam kawasan setempat.

Selain itu, pengembangan Negeri Ekonomi Khusus (KEK) Sukabumi ini juga diharapkan sanggup meningkatkan pertumbuhan infrastruktur dengan tangguh berkelanjutan dan pendirian Sumber Daya Manusia (SDM) berbasis iptek, yang merupakan salah satu alat dukung pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Karena itu kami mau melakukan best effort & best practice, serta tangan dengan pihak-pihak yang berkepentingan agar proyek dengan dipercayakan pada AMKA tersebut bisa dilaksanakan dengan lancar, ” jelas Nikolas.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana PT Kiniku Bintang Raya KSO, Budiman Sudjatmiko, berharap, groundbreaking Bukit Algoritma segera dilakukan. Sehingga, pengerjaannya bisa lengkap sesuai dengan target.

“Mengingat pentingnya Tanah Algoritma ini, maka aku berharap agar pertemuan kita menjadi langkah penting buat dapatnya kita menuju groundbreaking dalam waktu dekat itu, ” pungkas Budiman.

Sebelumnya, Budiman mengecap, proyek ini akan didanai sejumlah investor dari di dan luar negeri. Tersedia dua kelompok investor yang tertarik, yaitu yang mau datang langsung ke Indonesia, ada juga yang menodong pihak KSO untuk promosi ke negara mereka.

Beberapa di antaranya yakni investor dari GANDAR, Timur Tengah, Eropa hingga China.

“China sudah kirim surat, mau jadi kontraktor juga. Tapi kita lebih milih BUMN dalam negeri, PT Amarta Karya. Jadi kita yang mengerjakan konstruksinya, kita bawa duitnya (investor) masuk sini, ” ujar pria yang juga Komisaris Independen PTPN V ini.