May 13, 2021

Cara Univ. Budi Luhur, Promosikan Wisata di Tengah Pendemi

Cara Univ

Jakarta, Akuratnews. com – Sektor pariwisata sangat terimbas dengan adanya pandemi Covid-19. Semenjak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan, sejumlah fasilitas wisata pada tanah air turut ditutup, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Indonesia perlu meggalakkan promosi pariwisata, khususnya DKI Jakarta, sebagai ibukota negeri yang diketahui memiliki sektor wisata yang sangat menjanjikan, khususnya wisata sejarah yang terdapat dibeberapa daerah ibukota.

Ada peristiwa menarik yang dilakukan oleh Universitas Budi Luhur (UBL), dalam mempromosikan pariwisata di ibukota di zaman pandemi Covid–19. Melalui layanan Virtual Zoom, UBL mengajak masyarakat umum untuk melihat bagaimana kekinian sebab Kota Tua, yang diketahui jadi wisata sejarahnya ibukota. Berbagai bangunan tua peninggalan masa penjajahan berkonsep bangunan eropa diulas dalam virtual zoom tour Budi Luhur dalam Kawasan Kota Tua, yang kali ini di moderatori oleh Humas dan Dosen Universitas Budi Besar Prodi Komunikasi Pariwisata, M. Alfansyah Harahap dan Doddy Wihardi.

Rektor Universitas Budi Besar   Dr. Ir. Wendi Usino, M. Sc., M. M, membaca kegiatan Virtual zoom dalam rencana promosi pariwisata Kota Tua dalam Jakarta, merupakan kegiatan inovatif serta kreatif dari komunikasi pariwisata yang menyelenggarakan virtual tour ke Jakarta atau Jakarta Kota Tua.

“Kegiatan yang positif Tersebut adalah sebuah ide kreatif dari rekan-rekan UBL yang mencoba menganjurkan kesempatan bagi teman-teman kita dengan belum dempat jalan-jalan dan yang belum pernah ke Kota Primitif di mana biasanya virtual tour sudah direkam tidak interaktif. Nah ini ada sebuah program dengan relevan interaktif bahkan mungkin bisa request mau lihat apa, bersetuju pesan apa dan sebagainya. Mudah-mudahan dengan kegiatan yang inovatif Itu bisa memberikan ide kepada teman-teman yang lain untuk berkreasi walaupun kita masih dalam kondisi terbatas, ” papar Dr. Windi, pada virtual zoom yang dihadiri oleh ratusan pemirsa, Sabtu (20/6).

Lebih jauh, Rektor memapatkan di mana UBL dan tentunya perguruan tinggi yang lainnya juga masih masuk dalam tahap PSBB atau kegiatan dengan batasan bertemu intruksi dari pemerintah terkait perkuliahan.

“Saya ucapkan apresiasi kepada Anastasia Putri (moderator serta dosen UBL) kepada Pak Alfan dan Pak Dodi, yang telah dengan sukarela mengunjungi kota gelap untuk memberikan sedikit atau menghilangkan rasa kangen untuk jalan-jalan, sebab kita belum bisa melihat bagaimana kondisi sekarang setelah sekian bulan penerapan PSBB, ” terangnya.

Menjawab peran serta Kampus dalam rangka promosi pariwisata, Dr. Wendy mengungkapkan, kegiatan virtual tour ini ke depan bisa berangkulan dengan beberapa duta besar pada mancanegara. Di mana pertama pihaknya akan menawarkan virtual tour tersebut dengan duta besar di Italy yang diketahui sebagai negara dengan memiliki kunjungan turis mancanegara dengan cukup tinggi dan mendapatkan imbas yang cukup besar akibat pandemi Covid-19.

“Italy merupakan sebuah negara yang pariwisatanya sangat terkenal. Turis yang datang ke Italy jumlahnya jutaan setiap tahun. Lebih banyak daripada Indonesia. Maka mungkin upaya kita untuk mengkolaborasikan Budi Luhur dengan KBRI di Roma untuk menawarkan sebuah agenda virtual tour dengan pertukaran antara virtual tour di Jakarta atau Indonesia dengan virtual tour yang ada di Italy. Ini lupa satu upaya, supaya bisa kita mengedepankan program ini, program-program virtual tour yang kita selenggarakan untuk tujuan wisata di Indonesia, ” paparnya.

Senada dengan Rektor UBL, Dosen Komunikasi Wisata UBL mengatakan, melalui virtual tour ini, juga salah satu promosi pariwisata, dimana kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi Kampus Budi Luhur untuk ikut mempromosikan pariwisata.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi promosi pariwisata khususnya di Jakarta, dalam rangka balik menggeliatkan pariwisata khususnya di DKI Jakarta, ” pungkasnya.

Dakam virtual tour kesempatan ini, pengikut virtual zoom diajak oleh para Tour Guide mengunjungi tiap sudut Kota Tua, dimana terlihat kesibukan perekonomian sudah mulai menggeliat. Baik terlihat masih cukup sepi, pada hari pertama mulai dibukanya sebanyak tempat wisata di Jakarta, hal ini menjadi tanda dan harapan baru akan kembalinya kondisi perekonomian yang lebih baik memasuki new normal di tanah air.