September 21, 2021

Bertaruh Nyawa Demi NKRI, Satgas Nemangkawi Buru Teroris KKB

AKURATNEWS – Tugas berat bertaruh hidup kini dijalani anggota Berdiam Satuan Tugas (Ops Satgas) Nemangkawi.

Aparat gabungan Polri-TNI ini cerai-berai di beberapa wilayah antaralain di Kabupaten Intan Jaya, Beoga, Kabupaten Puncak Papua dan Ilaga guna meluluskan perlindungan kepada masyarakat pada tanah Papua.

Satgas Nemangkawi hingga saat ini terus memburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan resiko besar bertaruh nyawa demi menjaga kedaultan Negara Republik Indonesia (NKRI) dan serupa melindungi masyarakat sipil pada Papua yang selama ini mendapat kekerasan dan lagu dari aksi brutal teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Seluruh bagian Satgas Newangkawi ini kendati harus rela berpisah dengan keluarga demi melaksanakan suruhan mulia membela NKRI sekali lalu penegakkan hukum.

Bahkan sampai di keadaan besar keagamaan seperti Idul Fitri lalu, tak ada satu pun anggota Satgas Nemangkawi yang bisa mudik untuk sekedar berkumpul secara keluarga tercintanya.

Belakangan ini banyak target berjatuhan dari aksi sewenang-wenang teroris KKB. Mulai sebab guru-guru non Papua, tukang ojek online yang dibunuh secara sadis sampai dengan anggota TNI dan juga Polri yang tewas pada tugas mulianya.

Yang terbaru, KKB kuat membunuh pelajar SMA akan tudingan mata-mata. KKB pula melakukan pembakaran dan pengrusakan fasilitas umum seperti vila ibadah, sekolah dan pula ruko tempat usaha warga sipil.

Tentara Satgas Nemangkawi pun mendarat ke pedalaman Papua, mulai dari wilayah Intan Jaya, Nduga, hingga ke Kawasan Ilaga guna menjamin status Papua tetap aman & kondusif. Dalam upaya penegakkan hukum Satuan Tugas Proses Nemangkawi beresiko besar mendapatkan serangan dari teroris KKB yang berada di alas maupun yang menyamar diantara warga sipil.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto biar turun langsung memimpin segenap anggotanya untuk selalu menyembunyikan seluruh warga sipil di Papua dari aksi sewenang-wenang kelompok tersebut.

Listyo meminta para tentara yang tergabung dalam Satgas Operasi Nemangkawi tak kendor dalam memerangi KKB yang semakin intens melakukan laku kekerasan.

“Saya terus memberikan motivasi kepada seluruh anggota yang melakukan tugas di Papua buat terus bersemangat dan tidak boleh kendor dengan perihal yang terjadi, ” jelas Listyo Sigit, baru-baru itu.

Ia mengisbatkan, negara tidak akan tergelincir dengan KKB Papua yang terus melancarkan aksi teror kepada masyarakat. NKRI menjadi harga mati yang jarus terus dijaga dari gerak laku terror pihak manapun, tercatat KKB Papua.

Ia meminta Satgas Nemangkawi tidak gentar melakukan pencarian terhadap kelompok kriminal bersenjata tersebut.

“Saya perintahakan kepada seluruh anggota satgas yang bertugas, lakukan terus pengejaran terhadap KKB yang ada di Papua, terus berjuang, negara tidak boleh kalah, ” ujar Listyo Sigit menyemangati.

Ia meminta Satgas Nemangkawi harus terus maju memburu dan menangkap semesta anggota KKB yang semasa ini meresahkan masyarakat Papua dengan melancarkan terornya.

“Kami pimpinan Polri, siap untuk mendukung apapun dalam rangka menegakan patokan di Papua. Kita jaga Papua dari serangan dan tekanan kelompok manapun, ” pintanya.

Besar Operasi Satgas Nemangkawi, Brigjen Pol Roycke Harry Langie mengatakan, teror yang dilancarkan kelompok teroris ini tak hanya membuat masyarakat yang datang dari luar Papua ketatukan, tetapi orang asli Papua juga merasakan ketakutan. Polri dan TNI jadi garda terdepan penjaga ketenangan di Republik Indonesia tidak tinggal diam.

“Menjaga NKRI menjadi kehormatan mati. Kami terus gelagapan mereka (KKB) dengan segala resiko yang ada. Pengegakkan hukum diatas segala-galanya. Papua harus hidup damai, sentosa dan keluar dari ancaman serta teror yang terus menerus menakuti masyarakat di Papua, ” tegas Roycke Harry.

“Mereka (KKB) memanfaatkan media baik dalam memberikan informasi bohong (hoax). Menghasut masyarakat untuk tidak menerima kehadiran TNI-Polri. Mengupload gambar-gambar yang dilarang sesuai dengan UU ITE. Ini merupakan provokasi secara menyebarkan informasi hoax ke tengah masyarakat. Karena itu tim siber kami terus memantau dan melakukan penangkapan kepada siapapun yang menyerakkan informasi sesat ke umum. Ujaran kebencian yang merebak hoax genosida ras Papua melalui media sosial tetap mereka lakukan. Ini yang kami antisipasi, ” sambungnya.

Satgaa Nemangkawi.

Seiring dengan penjelasan Kapolri, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Prabowo Argo Yuwono meminta kepada para anggota teroris KKB untuk bersama membentuk Papua.

“Kita mengajak orang-orang yang tersedia di sana, mengajak misalnya dari KKB yang bersetuju turun, silakan. Dia mau bareng-bareng untuk membangun Papua, silahkan, ” ungkap Irjen Pol Argo Yuwono dalam Mabes Polri, Jakarta, Senin (31/5).

Argo menambahkan, tim gabungan dengan telah ditugaskan menumpas gerakan KKB di Papua langgeng mengedepankan soft approach dengan cara membuka dialog, ketimbang hard approach.

“Yang terpenting adalah kita melakukan dialog, kita juga melakukan ada di sana namanya Binmas Nokken serta juga Teritorial dari TNI AD, juga dari kepolisian kita bersama-sama di kian memberikan edukasi kepada asosiasi, ” tandasnya.

Dialog tersebut menurut Argo Yuwono, telah dilakukan pada para kepala daerah kawasannya rawan dan kerap terjadi teror aksi KKB yakni Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Mimika, Kabupaten Puncak serta Kabupaten Nduga.

“Kemarin sudah kita kumpulkan, kita ajak dialog. Ada para bupati yang kira-kira rawan terhadap KKB. Tumenggung ini kita ajak, dialog, kita tanya apakah permasalahan yang ada di kian. Apa yang dimau klub itu apa, terutama KKB yang dimau apa, ” terang Argo Yuwono.