May 13, 2021

Banjir dan Longsor Terjadi di Wilayah Kota Depok

Banjir dan Longsor Terjadi di Wilayah Kota Depok

Depok, Akuratnews. com- Banjir terjadi dibeberapa titik wilayah Kota Depok pasca diguyur hujan ten Oktober 2020. Tanah longsor hingga merusak tiang listrik di Jatimulya terjadi pada Minggu, (11/10/2020) siang.

“Longsor yang terjadi di wilayah RT 04 RW 08 Jatimulya tak ada korban jiwa. Longsor membuat pohon bambu terbawa longsoran dan merobohkan tiang listrik, “kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadaman Kota Depok Denny Romulo Hutauruk, Minggu malam.

Akibat longsoran tanah pada tebingan di sebelah Sarana GMM Blok J itu kata Denny, mengakibatkan robohnya tiang listrik karena tertimpa pohon bambu dan sempat menutup ruas jalan pada GMM Blok J di Jatimulya.

“Kejadianya sekira pukul 02: 15 wib tadi lalu kami terjunkan enam orang personil pada kejadian itu, ” jelas Denny kepada Akuratnews. com.

Sementara, kejadian banjir dalam Sabtu malam kemarin itu masih kata Denny, terjadi dengan ketinggian air berfariasi.

“Ada sekitar lima sampai enam titik banjir yang terjadi pasca hujan kemarin dengan ketinggian air sekitar 30 centimeter hingga ukuran paha orang dewasa, ” ujarnya.

Dituturkan Denny, banjir terjadi di wilayah Kelurahan Krukut, Limo, Pasir Putih, Sawangan, dan Kelurahan Gandul, Cinere, Depok serta genangan air akibat luapan Kali Licin di Jalan Mampang arah kantor Kodim Depok.

Akibat hujan deras yang terjadi satu hari lalu itu, banjir juga terjadi di perumahan Tirta Mandala Sukmajaya, Depok.

“Ketinggian airnya sudah mencapai hampir ukuran paha orang dewasa di perumahan itu (Tirta Mandala), ” kata waega Sukmajaya, Depok, Guntur.

Terkait banjir, Calon Wakil Wali Kota Depok dari Paslon nomor urut 1 di Pilkada Depok 2020 Afifah Alia terlihat langsung berikan respons dengan mengunjungi lokasi titik banjir yang terjadi di Pondok Jaya, Cipayung, Minggu, (10/10/2020) siang.

Berlatarbelakang ilmu tehnik sipil, Afifah menilai perlu ada normalisasi aliran air di kali dari hulu ke hilir yang secara utuh lalu perlu ada penanganan maksimal sehingga anggaran tak terkesan terbuang percuma.

“Normalisasi perlu diterapkan secara utuh dan kalau dikerjakan secara benar, ada titik banjir yang berkurang tiap tahunnya sehingga tak beri kesan seperti hanya hamburkan anggaran saja, ” jelas Afifah saat dihubungi Minggu malam tadi.