September 21, 2021

Aliansi BEM SI Demo Istana, Presiden Jokowi ke Kalteng

Aliansi BEM SI Demo Istana, Presiden Jokowi ke Kalteng

Jakarta, Akuratnews. com – Setelah sejumlah demonstrasi menggugat pengesahan Undang-undang (UU) Cipta Kegiatan digelar di sejumlah kota keadaan ini, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) membuktikan akan menggelar demonstrasi besar-besaran dalam Kamis (8/10).

Di unggahan bertajuk seruan aksi nasional di laman Instagram resminya, BEM SI menyerukan agar mahasiswa di berbagai daerah bergabung dalam unjuk rasa yang akan digelar di Istana Rakyat.

“Seruan untuk seluruh mahasiswa di Indonesia dari Sabang sampai Merauke buat mengikuti aksi nasional yang diadakan pada Kamis 8 Oktober 2020, waktu pukul 10. 00 WIB, tempat: Istana Rakyat, ” demikian unggahan @bem_SI di Instagram resminya, Rabu (7/10).

BEM SI berpandangan pengesahan omnibus law RUU Cipta Kerja menjadi UNDANG-UNDANG adalah simbol matinya hati para anggota dewan. Buruh, tinggi BEM SI, menjadi korban tempat kerakusan penguasa yang menyuburkan oligarki.

“Maka sampaikanlah ke seluruh pelosok negeri bahwa demokrasi kita telah mati, ” jelas BEM SI.

Di ujung seruan aksi tersebut, BEM SI mengutip penggalan pusi aktivis Wiji Thukul, “Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam pertimbangan dilarang tanpa alasan, dituduh menyimpang dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan! ” demikian unggahan BEM SI.

Presiden Jokowi sendiri dalam Kamis (8/10) diagendakan melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk meninjau food estate setelah sejak Rabu sore bertolak ke Yogyakarta dan Solo.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin kepada media membantah jika rencana ini berkaitan dengan rencana ulah demo penolakan UU Cipta Kerja yang akan digelar di Istana besok.

“Tidak. Agenda presiden untuk food estate sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan kelakuan besok, ” ujar Bey, Rabu (7/10).

“Presiden dasar concern kepada ketahanan pangan nasional. Karena seperti peringatan FAO ada risiko kelangkaan pangan akibat pandemi. Jadi memang Presiden ingin meninjau langsung progres food estate itu, ” imbuhnya.