November 27, 2021

Alhamdulillah… Awal Oktober, Umrah Dibuka Balik

Makkah, Akuratnews. com – Setelah tahu dihentikan tujuh bulan akibat pandemi Corona (Covid-19), pemerintah Arab Saudi membuka fase pertama umrah di dalam 4 Oktober 2020.

Fase pertama umrah ini hanya dikhususkan bagi mukimin (orang lokal dan ekspatriat yang menetap di Arab Saudi) dan jumlahnya cuma 6. 000 orang saja.

Calon jemaah lebih zaman harus menginstal aplikasi I’tamarna di lewat PlayStore atau AppStore. Pelaksanaan milik Kementerian Haji dan Umrah Saudi ini akan tersedia di dalam 27 September.

Secara aplikasi ini, jemaah yang terhindar Corona bisa mendaftar umrah pada Masjidil Haram, termasuk melihat agenda yang tersedia/kosong. Ini mirip aplikasi antrean pengurusan paspor milik Imigrasi Indonesia.

Setelah mendapat izin umrah pada tanggal terbatas lewat aplikasi, tiap jemaah memperoleh waktu tiga jam untuk melaksanakan umrah. Titik kumpul awal & akhir jemaah juga ditentukan, yaitu area di sekitar Masjidil Suci, Makkah.

Dalam adat umrah itu, seperti dilansir Arab News, Jumat (25/9), nantinya enam. 000 jemaah akan melaksanakan umrah dalam 6 waktu yang bertentangan. Setiap regu berisi 1. 000 jemaah dan diberi waktu beribadah tiga jam.

Tanding sebanyak 1. 000 orang ini kurang lebih sama dengan jumlah peserta haji 2020 pada akhir Juli lalu.

Sedangkan untuk umrah jamaah dari asing negeri baru akan dibuka berangkat 1 November. Kemenkes Arab Saudi nantinya akan mengeluarkan daftar negara yang diperbolehkan menerbangkan jemaah umrah.

Negara tersebut merupakan yang dianggap telah sukses mengendalikan kasus Corona atau memiliki kasus Corona minim.

“Izin ini hanya untuk 30 upah dari kapasitas Masjidil Haram pantas hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19, yaitu 6. 000 perkumpulan umrah per hari, ” ujar Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali seperti dilansir dari penjelasan pers Kementerian Agama (Kemenag).

Fase kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin mulai 18 Oktober 2020.

“Jumlahnya bertambah menjadi 75 persen dari daya Masjidil Haram sesuai hitungan adat tindakan pencegahan, atau 15 seperseribu jemaah umrah per hari serta 40 ribu jamaah shalat per hari, ” jelasnya.

Fase ketiga, mengizinkan ibadah umrah dan salat bagi warga Saudi, mukimin dan warga dari asing kerajaan. Rencananya akan dimulai pada 1 November 2020 M seraya menunggu pengumuman resmi kondisi pandemi Covid-19.

Pada tahap ini, Masjidil Haram diharapkan sanggup menampung 100 persen sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan, yaitu: 20 ribu jemaah umrah per hari dan 60 ribu jemaah salat per hari.

“Namun, Kemenkes Saudi nantinya akan merilis daftar negara dari luar kerajaan yang diizinkan masuk atau memberangkatkan jemaah. Kemenkes tentu akan mempertimbangkan perkembangan pandemi dan risiko kesehatan tubuh dari negara-negara tersebut, ” terang Endang.

Fase keempat, saat pandemi Corona sudah mati, kapasitas akan dimanfaatkan 100 tip seperti sebelum masa pandemi.