August 3, 2021

Afifah Alia Sebut Perlakuan IBH Menyakitkan

Afifah Alia Sebut Perlakuan IBH Menyakitkan

Depok, Akuratnews. com – Sebagai kaum hawa satu-satunya di pentas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020, Afifah Alia mengaku mendapat perlakuan menyakitkan dari Imam Budi Hartono (IBH).

Menjadi kandidat Wakil Wali Kota Depok diusung PKS pada Pilkada Depok, IBH dianggap telah melakukan unsur pelecehan secara verbal kepada Afifah dan itu dirasa menyakitkan kandidat yang diusung banyak Parpol di Pilkada Depok 2020.

Perlakuan menyakitkan itu, kata Afifah, terjadi pada hari pertama proses tes kesehatan di RS Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/9/2020).

“Kejadianya saat pihak rumah sakit membagikan kamar isolasi untuk kami semua peserta pemeriksaan kesehatan, ” ujar Afifah, Kamis, (10/9/2020).

Saat itu, kata Afifah, pak Imam Budi melontarkan kata ajakan untuk satu kamar dengan dirinya. “Bu Afifah sekamar sama saya saja, ” jelas Afifah.

Buat saya, lanjut wakil ketua bidang perempuan dan anak PDI Perjuangan kota Depok, itu tidak pantas. “Belum kenal, baru pertama kali bertemu, kok seperti itu, ” kata Afifah.

Ditegaskan Afifah, dirinya sangat mungkin menempuh jalur hukum atas kejadian yang mendera dirinya jika IBH tak akui ucapanya.

“Belum ada upaya hukum, tapi kalau beliau (IBH) menyangkal ucapannya mungkin akan saya lanjutkan, ” ucap Afifah kepada Akuratnewscom.

Terkait itu, IBH justru menganggap jika Afifah tidak mendengar secara jelas kalimat yang diucapkanya saat itu.

“Saat itu mungkin yang terdengar beliau separuh saja. Padahal, ada lanjutan kalimat cucu saya. Mungkin gak kedengar, ” kata IBH, Kamis, (10/9/2020) sore.

Kandidat Wakil Wali Kota dari PKS ini mengaku untuk mencairkan suasana agar menghilangkan kekakuan komunikasi sesama pasangan calon (Paslon) Kepala Daerah Kota Depok.

Lantaran menurut IBH, yang dimaksud kata Afifah itu adalah cucunya sendiri. “Yang saya maksud Afifa itu panggilan cucu saya bukan beliau (Afifah), ” jelas IBH.

Menanggapi adanya prilaku mengarah unsur pelecehan secara verbal yang dilakukan kandidat Wakil Wali Kota
Asal PKS terhadap kaum perempuan, aktivis perlindungan anak, Ena Nurjanah mengaku merasa ikut prihatin.

“Ikut prihatin dan patut jadi perhatian bersama serta berharap ini jadi cambuk agar tidak terulang perkataan yang mengandung unsur pelecehan seksual, sekalipun itu dengan maksud candaan, yang dikeluarkan oleh calon pemimpin Kota Depok, ” ujar Ena.

Menurut Ena, harusnya level calon pemimpin tidak melakukan candaan di luar batas kewajaran dalam sebuah relasi yg sehat.

“Belajarlah untuk menghargai kaum perempuan sejak berniat jadi calon pemimpin di negeri ini, ” imbau Ena yg juga pernah jadi sekertaris Satgas di Komisi Peelindungan Anak Philippines.